infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

DPRD Sumsel Tolak Kucurkan Dana untuk Islamic Center

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sumsel akhirnya sepakat menolak usulan proyek penimbunan kawasan Islamic Center senilai Rp11 miliar yang diajukan Dinas PU Cipta Karya Sumsel. Dengan penolakan ini, mega proyek tersebut terancam batal. Apalagi, sampai saat ini belum jelas pihak ketiga dari luar negeri yang akan membangun proyek Islamic Center yang rencananya dibangun di kawasan Jaka Baring tersebut.

Rapat antara Panggar dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Dinas PU Cipta Karya dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, kemarin berlangsung alot. Awalnya, terjadi perbedaan pendapat di antara anggota Panggar. Sejumlah anggota Dewan, antara lain Zahruddin Hodsay (PKS), Ibnu Hajar Dewantara (PPP), dan Aliandra Gantada (PDIP) menyatakan mendukung proyek lanjutan penimbunan lokasi Islamic Center tersebut. Namun, sejumlah anggota Dewan lainnya, antara lain Hj Fatimah Syamsul (Partai Golkar), Badrullah Daud Kohar (PAN), Syarkowi Wijaya (PBR), dan H Elianuddin (PDIP) menyatakan menolak.

Melalui debat yang cukup panjang, akhirnya Panggar mengambil kesimpulan untuk menolak atau menunda proyek tersebut. Wakil Ketua Panggar yang juga Wakil Ketua DPRD Sumsel H Elianuddin HB menjelaskan, dasar penolakan Panggar tersebut mengingat sampai saat ini belum ada kepastian pihak ketiga yang menurut informasi bantuan dari Arab Saudi untuk membangun Islamic Center tersebut.

Selain itu, penimbunan yang dilakukan Dinas PU Cipta Karya selama ini telah menghabiskan dana anggaran 2006 dan 2007 sekitar Rp9 miliar, sementara hasilnya tidak memuaskan. ”Kalau memang sudah ada kepastian ada pihak ketiga yang mau membangun, tentu tahun depan kita anggarkan lagi untuk melanjutkan penimbunan,” ujar politikus PDIP ini. Elianuddin mengatakan, penimbunan yang dilakukan di areal Islamic Center sekitar 25 hektare telah menelan dana yang sangat besar.

Buktinya, dengan dana yang telah dihabiskan sebesar Rp9 miliar, baru mendapatkan lahan seluas 8,5 hektare saja. ”Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan Panggar untuk menolak atau membatalkan proyek ini. Jadi ini sudah final,” tegasnya. Hal serupa disampaikan anggota Panggar yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Hj Fatimah Syamsul.

Dia mengatakan, Dewan menilai proyek penimbunan lokasi Islamic Center tersebut bukanlah skala prioritas dan mendesak dilakukan. Mengingat masih banyak persoalan di Sumsel yang membutuhkan penanganan secepatnya, misalnya masalah pemberantasan kemiskinan,pengurangan pengangguran, persoalan pendidikan, dan kesehatan serta lainnya yang jauh lebih penting.

”Proyek Islamic Center itu kan salah satu proyek mercusuar. Apalagi, belum ada kepastian pihak ketiga yang mau membangunnya,” tegas wakil rakyat dari Muba ini. Sementara itu, anggota Panggar Zahruddin Hodsay mengatakan sudah memperjuangkan agar proyek Islamic Center tersebut dapat diteruskan.

Mengingat keberadaan Islamic Center tersebut nantinya sangat penting dan strategis untuk memperluas syiar Islam dan merupakan sarana untuk membangun dan mencerdaskan umat. ”Tapi apa boleh buat, Panggar memutuskan demikian. Kalau masih memungkinkan kita akan berjuang lagi,” ujar politikus PKS ini. Proyek penimbunan lokasi areal Islamic Center memang sejak awal dipersoalkan Dewan.

Komisi III DPRD Sumsel mempersoalkan proyek penimbunan lahan di lokasi rencana pembangunan Islamic Center seluas 25 hektare yang dikerjakan Dinas PU Cipta Karya Sumsel. Pasalnya, pengerjaan penimbunan lahan di Jaka Baring yang didanai APBD Sumsel sebesar Rp9 miliar tersebut dinilai kurang transparan dan kurang rasional.

”Masa untuk menimbun tanah saja dananya mencapai Rp9 miliar. Lagi pula kita tidak tahu secara persis sejauh mana penimbunan itu dilakukan. Apakah benar butuh dana sebesar itu. Apalagi sekarang minta tambah lagi Rp11 miliar,” tegas anggota Komisi III DPRD Sumsel Hj Fatimah Syamsul.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU Cipta Karya H Eddy Hermanto tidak bisa dikonfirmasi soal penolakan Panggar DPRD Sumsel terhadap proyek penimbunan lokasi Islamic Center tersebut. Sebelumnya, Eddy Hermanto menjelaskan bahwa pembangunan Islamic Center tersebut bertujuan meningkatkan syiar agama Islam dan merupakan wadah pencerdasan umat Islam.

Dalam Islamic Center tersebut, nanti akan dibangun sejumlah fasilitas yang menjadi pusat belajar agama Islam. Islamic Center akan dilengkapi dengan masjid yang megah, perpustakaan sekolah terpadu, museum, dan pusat kajian Islam serta fasilitas penunjang lainnya.

”Kita memang hanya menyiapkan lahan yang siap dibangun. Sementara, yang akan membangunnya adalah pihak ketiga, dalam hal ini diharapkan negara dari Timur Tengah, misalnya Arab Saudi. Untuk menjajaki itu, Pak Wagub sudah melakukan kunjungan ke berapa negara dalam rangka menawarkan pembangunan Islamic Center tersebut,” papar Eddy.

Sementara itu, Wakadinas PU Cipta Karya Sumsel Suez Amir menjelaskan, proyek penimbunan lahan tersebut dilakukan secara bertahap di lahan seluas 25 hektare.” Memang biaya penimbunan mahal, namun kalau membeli tanah yang tidak perlu ditimbun harganya pasti lebih mahal daripada tanah yang harus ditimbun,” ujarnya. (alfrenzi/sindo)

49 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca