infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Anggota DPRD Sumsel Melancong ke China

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Seluruh anggota DPRD Sumatera Selatan secara diam-diam melancong ke China.  Tidak jelas agenda kunjungan tersebut. Keberangkatan rombongan Dewan ini dibagi dua gelombang. Gelombang pertama berangkat Sabtu (27/10) kemarin, dan gelombang kedua rencananya berangkat Senin (29/10) besok. Kunjungan ini dilakukan bersama pihak pemprov.

Sejumlah anggota Dewan yang dimintai konfirmasi terkesan tertutup, termasuk soal jumlah dana yang dibutuhkan dan agenda kunjungan. Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad yang dikonfirmasi via telepon kemarin, mengakui adanya kunjungan itu. Demikian seperti dilaporkan harian sindo.

”Kepergian anggota Dewan Sumsel ke Provinsi Naning dalam rangka memenuhi undangan kerja sama kebudayaan,” kata Zamzami. Zamzami mengaku tidak tahu berapa dana yang dibutuhkan untuk membiayai kunjungan ini. ”Tanya saja ke Bappeda,” kilahnya. Namun, Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Noviarman Kailani tidak bersedia membeberkan yang mengaku sedang sibuk. Jawaban serupa diberikan Kepala Biro Humas Pemprov Sumsel Faruk Barry. Zamzami juga mengaku tidak tahu berapa jumlah anggota DPRD yang bertolak ke Negeri Tirai Bambu itu.

Menurutnya, dirinya belum mengetahui persis karena anggota Dewan yang berangkat baru akan diketahui pada Senin (29/10) besok. ”Senin (besok) nanti baru akan di cek siapa-siapa saja anggota yang berangkat,” sebutnya. Politikus Partai Golkar ini membantah dugaan keberangkatan anggota Dewan ke luar negeri tersebut merupakan bagian lobi eksekutif untuk melunakkan anggota Dewan,terkait dengan pengesahan RAPBD Sumsel 2008 yang sedang dibahas di Panitia Anggaran DPRD, saat ini. Sebagaimana diketahui, Panggar banyak menolak usulan anggaran yang diajukan pihak eksekutif.

”Tidak ada kaitannya dengan masalah Panggar, karena kita tidak ada unsur pangkas-memangkas, apalagi sogok-menyogok. Ini hanya kerja sama kebudayaan dan agenda pemerintah,” jelasnya. Anggota Komisi IV DPRD Sumsel Khoriah SAg yang dihubungi kemarin, mengakui akan ikut rombongan ke China. Menurut politikus PPP ini, dia hanya memenuhi undangan dari agenda eksekutif. ”Saya hanya dihubungi lewat telepon bahwa diajak eksekutif ke China. Ini bukan program DPRD,” katanya.

Keberangkatan anggota Dewan ke China ini juga diakui anggota Komisi III Syarkowi Wijaya. Bahkan, politikus PBR ini mengungkapkan, seluruh anggota DPRD Sumsel (sebanyak 65 orang) akan pergi ke China.  Kunjungan ini, kata dia,untuk memenuhi undangan pemerintah China dalam rangka China Expo yang dipusatkan di Provinsi Naning. ”Saya sendiri bersama rombongan berangkat Senin,” akunya. Syarkowi berterus terang bahwa kepergian anggota Dewan ini bukan hanya ke China, tapi ada juga yang ke Malaysia selama 10 hari. Anggota Dewan lainnya Asmoensi Asyik, juga mengakui bahwa dia pun diajak Pemprov Sumsel ke China. Hanya saja, kata dia, kepergian anggota Dewan tersebut sudah dirancang sejak 2006 lalu.

”Kepergian ke luar negeri sudah mendapat izin dari Mendagri, jadi tidak ada yang salah. Saya sendiri tidak ngotot. Kalau memang diizinkan Mendgari, saya akan pergi. Tetapi kalau tidak, ya enggak apa-apa,” tukas politikus Partai Demokrat ini.

Sementara, anggota Komisi II Misliha yang dihubungi secara terpisah, mengaku belum tahu secara jelas bahwa anggota Dewan Sumsel akan pergi ke luar negeri. Bahkan, wakil rakyat dari Partai Demokrat ini mengaku tidak akan ikut dalam rombongan anggota Dewan tersebut. ”Saya baru sampai dari Bandung, jadi belum tahu jelas kepergian ke luar negeri. Saya sendiri tidak pergi,” akunya.

Kendati beberapa anggota Dewan sudah mengakui rencana kepergian ke China, namun Wakil Ketua DPRD Sumsel Bihaqqi Soefyan mengaku belum mengetahui perihal keberangkatan itu. ”Maaf , saya belum tahu tentang itu. Silakan langsung tanya saja ke Pak Ketua (Ketua DPRD Sumsel),” elaknya.

Pengamat sosial Sumsel Drs Tarech Rasyid MSi menilai, kepergian seluruh anggota DPRD Sumsel ke China itu ironis, karena merupakan pemborosan. ”Karena dana yang digunakan adalah dana dari pemerintah. Kalau semua anggota Dewan berangkat, itu namanya jalan-jalan. Tidak ada sama sekali untuk kepentingan rakyat,”sebutnya. Jika keberangkatan anggota Dewan tersebut ada keterkaitan terhadap penolakan Panggar dari usulan anggaran yang diajukan pemerintah, Tarech menyebut kalangan legislatif sudah terkooptasi oleh eksekutif.

”Kalau ada indikasi itu, artinya anggota Dewan sudah ditunggangi. Seharusnya Dewan sendiri sudah mengerti dan mengkritisi rencana itu.Kalau ada anggota Dewan yang menolak mereka, mereka harus berani bersuara,” sambungnya. Tarech pun menyebut, daripada melancong ke China, lebih baik anggota Dewan mengurusi rencana kenaikan harga minyak tanah yang akan memberatkan rakyat. Selain itu, juga masalah-masalah pilkada yang sebentar lagi digelar di sejumlah daerah di Sumsel. (sidratul muntaha/dedy sagita/sindo)

•••

27 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca