Pemprov Sumsel mengajukan dana sekitar Rp237 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur Sumsel yang dijadwalkan digelar sekitar November 2008. Dana ratusan miliar tersebut diajukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas (Kesbang Linmas) Sumsel yang segera akan diajukan dan dibahas antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sumsel.
Menurut informasi, dana sekitar Rp237 miliar tersebut, rinciannya antara lain pemilihan gubernur/wakil gubernur sebesar Rp110 miliar, pengamanan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur sebesar Rp22,2 miliar, koordinasi forum persiapan pilkada sebesar Rp263 juta, pengadaan pakaian hansip/linmas pengamanan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur sebesar Rp74 miliar, dan pengamanan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur oleh TNI/Polri sebesar Rp25 miliar.
Wakil Ketua DPRD Sumsel yang juga Ketua Panggar H Elianuddin mengatakan,dana pilkada yang diajukan eksekutif tersebut belum tentu seluruhnya akan disetujui. Sebab, Dewan akan meneliti secara seksama apakah dana pilkada yang diajukan tersebut sudah benar-benar sesuai peruntukannya dan proporsional serta sesuai kebutuhan.
”Kita akan lihat kebutuhan riilnya berapa, skala prioritas dan proporsional. Jadi, tidak semua yang diusulkan langsung disetujui. Kalau memang terlalu besar,harus dipangkas lagi hingga benar-benar mencerminkan kebutuhan,” tegas politikus PDIP ini.
Elianuddin mengaku, apakah dana Pilkada Gubernur tersebut hanya diajukan oleh Kesbang Linmas atau masih ada satker lainnya, misalnya Biro Humas atau instansi lainnya.
”Kita akan lihat lagi satu persatu,” ujar mantan Ketua DPRD Sumsel ini. Dalam membahas dana pilkada tersebut, Dewan sudah melakukan studi banding dan juga bisa melakukan studi banding lagi ke daerah lain, sehingga dapat menjadi komparatif terhadap dana yang diusulkan eksekutif tersebut. ”Hasil studi banding tersebut bisa menjadi acuan kita untuk menetapkan besaran dana pilkada yang cocok dan pas untuk Sumsel,” ujarnya. (alfrenzi/sindo/infokito)




















Tinggalkan Balasan