Program sertifikasi guru di Sumatera Selatan masih menemui sejumlah hambatan, yang paling menonjol adalah banyak guru yang tidak lolos sertifikasi. Penyebabnya karena para guru belum memenuhi syarat-syarat portofolio dan kurangnya sosialisasi kepada para guru tentang sertifikasi.
Sekretaris Tim Sertifikasi Guru Sumsel, Tatang Suheri, Kamis (27/9) mengungkapkan, dalam sertifikasi guru tahun 2006 hanya 45 persen yang lolos atau 101 guru dari 226 guru yang mengirimkan portofolio. Saat ini proses penilaian portofolio guru oleh tim asesor (penilai) untuk program sertifikasi tahun 2006 sudah rampung seluruhnya.
Menurut Tatang, untuk program sertifikasi guru tahun 2007, Sumsel dan Bangka Belitung mendapat kuota 4.680 guru namun sekarang baru 2.780 guru yang mengumpulkan portofolionya. Batas waktu pengumpulan portofolio masih diperpanjang sampai minggu depan.
“Para guru rata-rata belum mendapat sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Jadi mereka tidak tahu cara membuat portofolio sesuai aturan,” kata Tatang.
Tatang mengatakan, jumlah guru yang akan lolos dalam sertifikasi guru tahun 2007 diperkirakan akan lebih sedikit dibandingkan tahun 2006. Pasalnya, sertifikasi guru tahun 2006 diprioritaskan bagi guru-guru yang berprestasi.
“Guru yang berprestasi saja tingkat kelulusannya hanya 45 persen, apalagi bukan guru yang berprestasi,” ujar Tatang.
Menurut Tatang, faktor ketidaklengkapan portofolio juga menyebabkan banyak guru gagal. Portofolio para guru tidak lengkap karena para guru jarang menulis karya tulis, jarang mengikuti pendidikan dan latihan serta seminar, jarang mendapat penghargaan, dan jarang mendampingi murid dalam kompetisi.
Panitia Pelaksana Program Sertifikasi Guru Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dwi Rika mengatakan, hanya 368 guru di Palembang yang sudah mengumpulkan portofolio. Padahal kuota yang tersedia 460 orang.
“Kemungkinan penyebabnya karena arsip-arsip para guru tidak tersimpan dengan baik atau hilang,” kata Dwi. (WAD/kmps)


















Tinggalkan Balasan ke andre setyawantoBatalkan balasan