Setelah sembilan tahun absen dari agenda tahunan Kota Jambi, Festival Magatsari kembali digelar. Festival yang dibuka Sabtu (22/9) siang ini akan menyajikan rangkaian kegiatan bernuansa Islami, seperti Lomba Takbir, Nasyid, Kompangan, dan lainnya.
Panitia pelaksana Melky Aliandri mengharapkan festival ini dapat menumbuhkan nuansa Ramadhan lebih kental, sekaligus menarik minat wisatawan. “Kegiatan ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jambi,” tuturnya, Jumat (21/9).
Festival yang dilaksanakan atas kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi ini digelar selama sepekan di WTC Batanghari. Kegiatannya melibatkan kalangan remaja dan pemuda pemudi Muslim, tidak hanya se-Kota Jambi, tetapi juga dari Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari.
Festival Magatsari pernah dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Muslim di Masjid Magatsari. Nama kegiatan ini diambil dari masjid tertua di Kota Jambi yang dibangun tahun 1901, Masjid Magatsari.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Mualimmah mengemukakan, Festival Magatsari mendukung program Visit Jambi 2009. Tidak hanya Magatsari, tetapi semua kegiatan yang dapat menarik wisatawan akan digerakkan dan menjadi ajang rutin kepariwisataan. “Dari sekarang sudah harus dipersiapkan supaya Visit Jambi 2009 dapat sukses,” tuturnya.
Mualimmah berharap, swasta berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di Jambi. “Ke depan, kegiatan seperti ini, apa pun bentuknya, harus dikembangkan,” ujarnya. (ITA/kompas)


















Tinggalkan Balasan