Para pengusaha produk minuman olahan asal Treste, Italia, berminat mengimpor produk kopi dari Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel. Mereka menilai cita rasa kopi Semendho sesuai untuk dijadikan bahan baku industri minuman olahan yang ada di negara mereka.
Demikian salah satu kesimpulan dari kegiatan kunjungan pengusaha kopi Italia ke Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang, Jumat (14/9). Acara ini dihadiri gubernur dan sejumlah pejabat pemerintahan. Kunjungan berlangsung selama dua hari.
Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Syamuil Chatib mengatakan, kopi Semendho merupakan salah satu produk kopi yang tergolong spesial dan asli Sumsel. Dari hasil kesepakatan dengan pengusaha Italia, mereka bersedia mengimpor kopi bubuk Semendho dengan harga beli premium, yakni 7,5 dollar AS (sekitar Rp 70.000) per kilogram.
Syamuil menambahkan, sekitar 60 persen dari total produk kopi Semendho sebesar 20.000 ton per tahun akan diekspor melalui laut menuju Pelabuhan Treste, Italia. Kopi Semendho saat ini mendominasi jumlah produksi kopi di Sumsel dengan total luas lahan tanam 20.000 hektar dan melibatkan 15.000 petani lokal.
“Kerja sama perdagangan ini merupakan business to business, bukan government to government. Artinya murni pengusaha dengan petani, antara Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dan Specialty Italian Coffee Association” kata Syamuil.
Menurut Syamuil, selama ini ada kesan bahwa kopi merupakan komoditas yang kurang dilirik karena dianggap kurang berpotensi bersaing di pasar internasional. “Kopi Indonesia berbeda dengan karet. Di dunia internasional nama Indonesia sudah cukup terpandang sebagai salah satu negara pengekspor karet sejak dulu,” katanya.
Salah satu kendala pengembangan industri kopi di Sumsel, kata Syamuil, kurang inovatifnya pengemasan produk dan perlunya peningkatan standardisasi mutu di bidang pengolahan. “Meski demikian, pemerintah terus berusaha dan membantu memfasilitasi para petani dan produsen di Semendho untuk memperbaiki kedua hal itu,” katanya.
Antony Zueta, salah satu pengusaha Italia, mengatakan, kunjungan pengusaha Italia ke Indonesia ini tidak hanya dilakukan ke Sumsel, tetapi juga ke sejumlah sentra produsen kopi lainnya, seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Tujuan kunjungan ke Asia adalah untuk mencari produk kopi yang sesuai untuk bahan baku industri pengolahan minuman.
“Di Italia, salah satu pusat industri minuman berbasis kopi ada di Treste yang notabene juga menjadi kota pelabuhan. Kami mendengar bahwa kopi Indonesia berpotensi untuk dikembangkan. Karena itu, kami datang untuk mengetes. Setelah dites, kopi Indonesia ternyata sesuai dengan cita rasa konsumen kami di sana,” kata Antony Zueta. (ONI/kompas)


















Tinggalkan Balasan ke jeme semendeBatalkan balasan