infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Indahnya Bershadaqah di Bulan Ramadhan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Indahnya Bershadaqah di Bulan Ramadhan

Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional

Bismillahirrahmanirrahim
Alangkah berbahagianya orang-orang yang beriman, yang mampu melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Sebab hasilnya adalah peningkatan kwalitas ketaqwaan, sebagaimana tersurat dalam firman Allah surat al-Baqarah ayat 183. Hal ini tercermin dari keshalehan individual, yang semakin mantap dan konsisten, seperti jujur, tanggung jawab, pemaaf, sabar, teguh, ulet, dan memiliki etos kerja yang tinggi.

Keshalehan sosial tercermin dari semakin memiliki rasa simpati dan empati serta menyayangi pada orang-orang yang memerlukan bantuan dan perhatian, seperti kaum dhuafa, anak-anak yatim dan orang-orang yang jompo, maupun kelompok penyandang masalah sosial lainnya. Perwujudannya dalam bentuk semakin banyak berinfaq dan bershadaqah, baik material maupun non material.

Tidak ada hari di bulan Ramadhan ini, kecuali dihiasi dengan semangat dan niat untuk bershadaqah dan berinfaq. Hal ini dilakukannya pula dalam rangka mengiringi hari-hari Ramadhan yang penuh dengan kebaikan, sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, bahwa awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan (maghfiroh), dan ujungnya pembebasan dari api neraka.

Bagi orang yang setiap hari berniat untuk berinfaq, akan dido’akan oleh para Malaikat yang ada di depan rumahnya, dengan do’a yang sangat indah: “Ya Allah berikanlah pengganti pada orang yang suka berinfaq ini.” Sebaliknya bagi orang yang tidak ada niat, bahkan kecenderungan bakhil, ada pula Malaikat yang mendo’akan: “Ya Allah berikan pada orang yang tidak mau berinfaq ini kehancuran pada hartanya.” Pantaslah tidak pernah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia, ada orang yang suka berinfaq dengan ikhlas menjadi pailit dan sulit dalam hidupnya. Sebaliknya, banyak pengusaha atau orang-orang kaya yang hancur hartanya dan juga hidupnya, karena sifat kebakhilan yang dimilikinya. Seperti kasus Qarun yang digambarkan pada QS. Al-Qashash [28]: 81: “Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”

Rasulullah SAW, adalah seorang yang sangat pemurah dalam hidupnya, dan menjadi lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Tidak ada seorang pun yang meminta kepadanya, kecuali pasti ia akan memberinya. Karena itu, marilah kita hiasi Ramadhan ini dengan terus-menerus berinfaq dan bershadaqah, agar rahmat dan karunia Allah dapat kita raih dan harta kita semakin berkah. Dan mari kita jadikan infaq di bulan Ramadhan ini, sebagai sesuatu kenikmatan dan keindahan di dalam hidup. Selamat melaksanakan ibadah shaum dan selamat berinfaq serta bershadaqah.

Wallahu A’lam bi ash-Shawab.

•••

43 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca