infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Nabi Syam’un, Sosok Perkasa yang Menginspirasi Turunnya Lailatul Qadar

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam berbagai kisah kuno, sosok Samson dikenal sebagai manusia berkekuatan luar biasa yang mampu merobohkan bangunan dengan kekuatan fisiknya. Dalam tradisi Islam, tokoh legendaris ini diyakini sebagai seorang nabi bernama Syam’un al-Ghozi, yang dianugerahi mukjizat luar biasa oleh Allah SWT.

Dalam sejumlah literatur Islam, Nabi Syam’un disebut sebagai seorang nabi dari kalangan Bani Israil yang memiliki kekuatan istimewa. Ia dikisahkan mampu melunakkan besi dan merobohkan istana dengan kedua tangannya. Kekuatan itu digunakan untuk melawan kezaliman dan menumpas kekufuran di tengah kaumnya.

Rasulullah SAW pernah menceritakan kisah perjuangan Syam’un kepada para sahabat. Dalam salah satu peristiwa, Syam’un dikisahkan merobohkan sebuah istana megah dengan kedua tangannya hingga banyak orang zalim terbunuh. Namun dalam kejadian itu, Syam’un juga turut wafat. Atas kehendak Allah, ia kemudian dihidupkan kembali.

Setelah peristiwa tersebut, Syam’un merasa sangat menyesal dan bertaubat kepada Allah. Ia kemudian bernazar untuk menebus kesalahannya dengan menghabiskan hidupnya dalam ibadah dan perjuangan melawan kebatilan selama seribu bulan hingga ajal menjemput.

Kisah ini mendapat perhatian penulis Rully Ferdiansyah yang mengangkatnya dalam buku Syam’un Asal Muasal Lailatul Qadr” [ lihat detail ]. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW menceritakan kisah Syam’un kepada para sahabat, Malaikat Jibril turun membawa wahyu berupa Surah Al-Qadr ayat 1-5.

Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan tentang kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang penuh keberkahan di bulan Ramadhan. Keutamaan malam itu begitu besar hingga ibadah pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan—yang sering dikaitkan dengan masa ibadah Nabi Syam’un.

QS. Al Qadr : 1-5 (Quran Digital Kemenag)

Kisah Nabi Syam’un memang tidak disebutkan secara langsung dalam Alquran. Namun sejumlah ulama mencatat riwayatnya dalam literatur sejarah Islam. Salah satunya terdapat dalam kitab Qashashul Anbiya karya ulama besar tafsir, Ibnu Katsir, yang menyebut Syam’un sebagai nabi dari kalangan Bani Israil.

Di balik kekuatan luar biasa yang dimilikinya, Syam’un tetaplah manusia biasa yang menghadapi berbagai ujian. Ia kerap merasakan kekecewaan terhadap kaumnya yang keras kepala. Bahkan dalam satu kisah, ia menghancurkan istana kaumnya sendiri sebagai bentuk perlawanan terhadap kezaliman yang terjadi.

Namun dari seluruh perjalanan hidupnya, keistimewaan Syam’un justru terletak pada keteguhan imannya dalam menegakkan kebenaran. Ia menyadari bahwa musuh terbesar bukan hanya dari luar, tetapi juga dari orang-orang terdekat yang bisa saja mengkhianati perjuangannya.

Kisah Syam’un menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesulitan hidup, selalu ada jalan menuju kedekatan dengan Allah. Seperti perjuangan sang nabi perkasa itu, ujian yang berat justru menjadi jalan bagi manusia untuk kembali kepada Tuhan dan memperkuat iman dalam menjalani kehidupan.

Tentang Nabi dan Rasul

Untuk diketahui, ada perbedaan tentang Nabi dan Rasul. Ulama mengatakan bahwa Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syari’at namun tidak diperintah untuk menyampaikannya, akan tetapi mengamalkannya sendiri tanpa ada keharusan untuk menyampaikannya.

Sedangkan Rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari’at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul mesti nabi, namun tidak setiap nabi itu rasul. Jadi para nabi itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul. Sebagian rasul-rasul itu dikisahkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an dan sebagian yang lain tidak dikisahkan.

Salah satu kitab kuning yang membahas tentang aqidah ini adalah ‘Aqidah Al-Awwam karya Sayyid Ahmad Al-Marzuki Al-Maliki [ lihat detail ], yang ditulis pada tahun 1258 H. Pada kitab tersebut dibahas mengenai jumlah Nabi dan Rasul, Alquran tidak pernah menyebutkannya. Hanya saja, yang wajib diketahui berjumlah 25 orang. Mereka adalah Nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syuaib, Harun, Musa, Ilyasa’, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad SAW. Para nabi dan rasul ini didalam Alquran disebutkan sebanyak 18 Rasul dalam surah Al-An’am, dan tujuh Rasul lainnya pada berbagai ayat pada surah-surah lainnya.

Para ulama berselisih pendapat mengenai jumlah Nabi dan Rasul. Ada yang menyebutkan jumlah Nabi mencapai 124 ribu orang sedangkan jumlah Rasul sebanyak 313 orang, sebagaiman yang di riwayatkan oleh Ibnu Mardawiyah dari Abu Dzar ra. Lihat Ibnu Katsir i/585 ).

Sementara itu, Syaikh Al-Bajuri berpendapat jumlah Nabi dan rasul itu tidak terbatas. ”Pendapat yang shahih (benar) mengenai para Nabi dan Rasul adalah tidak membatasi jumlah dengan hitungan tertentu. Karena hal itu bisa menetapkan kenabian pada seorang yang realitasnya bukan Nabi atau sebaliknya menabikan kenabian pada seorang padahal realitasnya dia benar-benar Nabi.”

Keterangan Bajuri ini, kata pengarang Kitab ini bersumber pada Al-Quran surah An-Nisa ayat 164. “Dan (Kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu dan para Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.”***

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Wallahu a’lam

***Disadur dari sebuah tulisan di laman Republika

kembali ke atas | indeks pilihan | download | iklan kecik

11 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca