Tibalah saatnya Anda akan disuguhkan suatu penjelasan tentang konsep sehat yang menjadi salah satu karunia Allah yang sangat menentukan bagi kehidupan umat manusia. Sehat merupakan sebuah anugerah Allah yang paling berharga dalam sejarah kehidupan manusia, karena ia menentukan terhadap semua aktivitas baik yang bernilai ibadah atau masalah kemanusiaan. Kendati merupakan anugerah yang paling berharga, sehat termasuk di antara dua hal penting yang sering terlupakan oleh manusia. Nikmat
sehat baru bisa dirasakan apabila seseorang mengalami sakit. Ketika Anda sedang sakit, Anda akan merasakan betapa nikmatnya kesehatan yang sangat berharga bagi kelancaran ibadah yang Anda kerjakan.
Secara sederhana, konsep sehat adalah berbicara tentang suatu keadaan dimana tubuh manusia dapat menjalankan fungsinya dengan optimal tanpa ada perasaan sakit atau keluhan yang dapat memengaruhi gerakan tubuh dan organ penting lainnya. Sehat biasanya diartikan sebagai suatu keadaan yang baik atau selaras bagi seluruh anggota tubuh dan dapat menjalankan fungsinya pula dengan penuh totalitas. Sehat adalah terbebasnya manusia dari segala macam penyakit atau terlepas dari hilangnya perbuatan tercela, baik dari aspek jiwa, ekonomi, budaya, dan politik sekalipun.
Sementara penyakit (disease) bisa diartikan sebagai gangguan fungsi fisiologis suatu organisme karena infeksi atau tekanan dari lingkungan yang bersifat objektif. Adapun sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit dan bersifat subjektif. Gejala subjektif ditandai dengan perasaan yang tidak enak atau merasakan sesuatu yang mengganggu salah satu organ tubuh manusia. Antara sehat dan sakit adalah dua sisi yang saling berkaitan satu sama lain. Jika Anda hidup sehat, berarti Anda terbebas dari penyakit dan terhindar dari rasa sakit yang bisa menghambat aktivitas Anda dalam beribadah atau mencari nafkah.
Konsep sehat memang sangat terkait dengan terbebasnya manusia dari segala macam penyakit, baik sehat secara fisik maupun mental. Kesehatan merupakan kebutuhan setiap individu, baik orang yang sakit maupun yang sehat atau kebutuhan setiap manusia apa pun status dan kedudukannya. Ketika sehat menjadi kebutuhan, setiap diri Anda akan melakukan segala usaha untuk tetap tampil prima dalam segala aktivitas kehidupan. Namun, ketika kesehatan terganggu, orang sakit membutuhkan penyembuhan (kuratif) dan orang sehat membutuhkan upaya promotif (peningkatan), preventif (pencegahan), rehabilitatif (perbaikan), serta konservatif (pemeliharaan). Dari sini, seluruh aktivitas kehidupan sangat berhubungan dengan kesehatan yang menjadi karunia Tuhan paling berharga.
Meskipun makna kesehatan cakupannya sangat luas, ia tetap merupakan persoalan universal dan kebutuhan mendasar bagi kehidupan umat manusia. Sebagai sebuah persoalan universal, kesehatan menjadi bagian penting dari tercapainya hajat hidup orang banyak yang membutuhkan tenaga prima dan memiliki daya tahan untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Tidak heran bila kesehatan menjadi hak asasi manusia dan merupakan salah satu unsur utama kesejahteraan, sebagaimana ungkapan bahwa kesehatan bukanlah segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti apa-apa. Maka, perlu ada keseimbangan antara kesehatan dan kemampuan melaksanakan perintah dari agama dan kemanusiaan.
Anda bisa memahami bahwa makna kesehatan begitu sangat penting bagi kehidupan sehingga ia menempati posisi strategis dalam mendayagunakan segala tenaga dan pikiran untuk mencapai tingkat kesehatan yang sempurna sebagaimana yang Anda impikan. Jika Anda mengacu pada pandangan WHO, kesehatan memiliki makna dan dimensi yang luas sesuai juga dengan Undang-Undang Kesehatan, yaitu keadaan sehat yang meliputi aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial serta dapat produktif secara sosial maupun ekonomis. Cakupan makna kesehatan ini secara transparan dapat memengaruhi segala aktivitas yang hendak Anda lakukan dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ini.
Pemaknaan kesehatan yang Anda pahami tidak hanya mencakup masalah kebugaran tubuh melalui makanan bergizi atau rajin berolahraga setiap hari. Hal ini mencerminkan bahwa derajat kesehatan seseorang tidak sekadar dinilai dari fisik dan mental semata, namun juga dinilai berdasarkan produktivitas sosial atau ekonomi. Kesehatan mental (jiwa) mencakup komponen pikiran, emosional, dan spiritual atau segala sesuatu yang ada dalam jiwa Anda. Sementara secara spiritual, sehat tecermin dari praktik keagamaan, kepercayaan, dan perbuatan yang baik sesuai norma dalam masyarakat. Jika Anda tidak melanggar norma atau menghindari penyimpangan dalam setiap praktik keagamaan, Anda bisa dikatakan sehat secara spiritual.
Di sini penting bagi Anda untuk mengetahui secara langsung aspek kesehatan yang berkaitan langsung dengan kesehatan jasmani dan kesehatan ruhani. Dari berbagai pengertian tentang kesehatan sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan jasmani adalah baiknya keadaan seluruh anggota dalam menjalankan fungsinya. Sementara itu, yang dimaksud dengan kesehatan ruhani atau kesehatan mental, yaitu keadaan seseorang yang terhindar dari gangguangangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala jiwa (psychose). Pengertian sehat sesuai dengan UU No. 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan, yakni keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, budaya, dan ekonomis.
Wallahu a’lam
***Rujukan: Revolusi Hidup Sehat ala Rasulullah; Mohammad Takdir Ilahi; 2015; halaman: 25-29


















Tinggalkan Balasan