Seperti diketahui jumlah penduduk Sumsel saat ini mencapai 7.121.799 jiwa. Dari angka ini, ternyata hanya 48,02 persen (3.419.961 jiwa) yang memiliki jaminan pembiayaan layanan kesehatan mulai dari Askes wajib hingga Jamkesmas. Sementara, 51 persen lebih tidak memiliki jaminan kesehatan.
Atas dasar inilah, Pemerintah Provinsi Sumsel meluncurkan program berobat gratis dan memberi jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan program berobat gratis bagi warga Sumsel ini, Dinas Kesehatan Sumsel sudah mendata jumlah penduduk dan peserta jaminan pembiayaan kesehatan. Jumlah penduduk di Sumsel sebanyak 7.121.799 jiwa tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari angka ini, ada sekitar 51,98 persen penduduk Sumsel yang tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan. Sisanya 48,02 persen, hidup mereka terjamin
oleh layanan Askes Wajib bagi PNS, TNI/Polri, Jamsostek, Jaminan Kesehatan swasta seperti Askes Komersil, dan Jamkesmas bagi warga miskin yang ditanggung pemerintah pusat.
“Separuh lebih warga di provinsi ini tidak terjamin,” kata Kadinkes Sumsel, dr Zoelkarnain Noerdin M.kes kepada wartawan, Selasa (11/11) di ruang kerjanya. Untuk merealisasikan program berobat gratis bagi warga Sumsel, pemerintah mengalokasikan dana Rp 240 miliar dengan fasilitas layanan kelas III di setiap rumah sakit daerah. Bahkan, Dinkes juga akan membuat MoU dengan 28 rumah sakit di Palembang dan tiga rumah dua di Jakarta (RS Jantung Harapan Kita, dan RSCM) sebagai jejaring/mitra Pemprov Sumsel dalam memberikan jaminan pembiayaan kesehatan kepada warga.
“Semua konsep dan perangkat sudah disiapkan. Begitu APBD masing-masing daerah sudah disahkan akhir Desember, program berobat dan layanan kesehatan gratis segera diluncurkan,” katanya.
Zoelkarnain optimis program kesehatan ini akan mendapat dukungan dari masyarakat, kepala daerah dan para wakil rakyat yang berada di legislatif. Bahkan, Dinkes membantuk Pansus (panitia khusus) yang mengkaji Manlak dari Menkes dan Juknis pelaksanaan program berobat gratis.
Program Asuransi
Disinggung mengenai kemungkinan alokasi dana Rp 240 miliar bakal kurang untuk mem-back up 3.702.108 jiwa penduduk yang belum tersentuh jaminan kesehatan, Zoelkarnain tetap optimis bisa, dan
dana yang tersedia jauh lebih dari cukup. Alasannya, secara nasional dari survei yang dilakukan jumlah masyarakat yang sakit dan terlayani program asuransi 20-30 persen dari total penduduk.
Namun begitu, Sumsel memantok 40-50 persen dari 3.702.108 total penduduk yang dijamin dalam paket jaminan kesehatan Sumsel semesta (Jamkesta).
“Tidak semuanya dana yang tersedia terpakai, justeru berlebih,” katanya.
Ditanya lembaga mana akan mengolah dana jaminan kesehatan bagi 51 persen lebih penduduk Sumsel, Zoelkarnain belum memberikan jawaban rinci. “Belum tahu, pemerintah akan mempelajarinya,”
katanya. (sin)
***Harian SRIPO
Data Peserta Jaminan Pembiayaan Kesehatan Sumsel
Jumlah Penduduk Sumsel 7.121.799 jiwa
Ada Jaminan kesehatan 3.419.691 jiwa (48.02 persen)
Tidak Ada Jaminan 3.702.108 jiwa (51.98 persen)
Mereka yang dijamin pembiayaan kesehatan
Askes Wajib bagi PNS 449.672 jiwa (6,31 persen)
Askes TNI/Polri 65.576 jiwa (0,92 persen)
Dijamin via Jamsostek 59.773 jiwa (0,84 persen)
Dijamin via Jamkesmas 2.793.317 jiwa (39,22 persen)
Askes Swasta/komersil 51.353 jiwa (0,72 persen)
Tidak ada jaminan apapun 3.702.108 jiwa (51,98 persen)


















Tinggalkan Balasan