Ada tiga aspek yang harus diperhatikan jika kita ingin senantiasa sehat dan tidak didekati penyakit. Pertama, hati (kalbu) yang sehat. Kedua, raga yang sehat. Ketiga, makanan yang sehat.
Ketiga aspek tersebut saling memengaruhi dalam melahirkan kondisi kesehatan tubuh. JIka terjadi ketidakseimbangan dari ketiga aspek tersebut, bisa dipastikan tubuh akan sakit.
1 – Hati yang Sehat
Kesehatan hati (kalbu) sangat berperan penting dalam kesehatan seluruh tubuh. Baik dan buruknya kesehatan tubuh seseorang sangat bergantung pada baik dan buruknya hati (kalbu). Hal ini sebagimana sabda Rasulullah saw berikut ini: “Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh ini. Jika ia buruk, buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (kalbu).” (HR Bukahri).
Dalam kehidupan sehari hari, kita bisa menemukan kebenaran dari hadits tersebut. Misalnya, orang yang sakit stroke, darah tinggi, kencing manis, tumor, kanker, dan penyakit kronis lainnya, ternyata memiliki sifat pemarah, sering jengkel, dan hasad terhadap orang lain. Sifat sifat itu tidak lain bersumber dari hati yang tidak sehat.
Seorang ilmuwan dari Jepang dalam bukunya mengatakan bahwa DNA manusia memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Nyala dan padamnya gen tergantung dari cara berpikir kita. Ketika kita berpikir positif, yang akan menyala adalah gen positif sekaligus memadamkan gen negatif. Begitupun seblaiknya, ketika kita berpikir negatif, gen negatif akan menyala dan gen positif akan padam.
Berpikir positif dapat memunculkan perasaan senang, bahagia, dan tenang. Perasaan perasaan ini akan berpengaruh terhadap kinerja sistem saraf, endokrin dan sistem imun atau kekebalan tubuh sehingga imunitas tubuh kembali pulih.
Ibnu Qayyim al Jauziyah mengatakan bahwa hati bisa sakit sebagaiman sakitnya badan. Obatnya adalah dengan tobat dan menyesalinya. Hati juga bisa kotor seperti kotornya pakaian. Cara membersihkannay dengan zikir.
Hati yang sehat adalah hati yang kenal dan dekat dengan Tuhannya. Untuk mendapatkannya, harus senantiasa berprasangka baik terhadap Allah swt, terhadap makhluk, dan terhadap setiap kejadian yang dialami.
2 – Raga yang Sehat
Kesehatan raga bisa diperoleh dengan menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan, berolehraga teratur serta menjaga pola makan.
Menjaga kesehatan pribadi contohnya dengan rajin mandi, cuci tangan, memakai masker, mengikuti sunah fitrah (khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis), serta mencuci buah dan sayuran. Adapun kebersihan lingkungan contohnya membersihkan rumah, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok, membersihkan selokan.

Berolahraga teratur memiliki dampak yang positif bagi tubuh. Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga teratur juga mampu meningkatkan kepercayaan diri.
Sebagai seorang mukmin, orientasi dalam berolehraga tetaplah ibadah. Tujuan berolahraga agar sehatm agar kuat beribadah kepada Allah swt.
Olahraga yang dilakukan tentu bukanlah olahraga yang membahayakan, tidak membuka aurat, dan tidak mengandung khurafat. Maka dari itu, sebaiknya lakukan olahraga sunah yang memang dicontohkan Rasulullah, diantaranya berkuda, memanah, berenang, lari dan gulat.
3 – Makanan yang Sehat
Makanan yang sehat dan halal sangat berpengartuh pada kesehatan tubuh. Makanan yang tidak sehat dan tidak halal dapat menyerang, merugikan dan mengubah fungsi normal tubuh. Sebagian besar penyakit timbul akibat mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
Secara fitrah, seluruh tubuh kita diciptakan dengan baik untuk tunduk dan taat kepada Allah swt. Tubuh kita diatur untuk menerima dan memberi yang baik. Maka dari itu, saat tubuh menerima (memakan) makan yang tidak baik dan haram, tubuh akan menolak. Penolakan tubuh yang tidak kita sadari itu kemudian dikenal dengan sebutan sakit.
Kita bisa lihat dalam al Quran bahwa Allah swt menekankan dua sifat makanan yang harus dikonsumsi, yaitu halal dan thayyib. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya halal, tapi juga baik dan sehat.

Sebuah makanan bisa disebut baik dan sehat jika memnuhi parameter umum seperti aman dikonsumsi, baik jangka panjang maupun jangka pendek; tumbuh di tanah yang tinggi mineral; bebas dari bahan kimai sintetik; mendapatkan cahaya matahari; tidak terpapar logam berat; dan tidak banyak pengolahan.
Dengan memakan makanan yang sehat dan halal, berarti kita sudah menjaga amanah yang diberikan Allah swt berupa tubuh. Menjaga tubuh tetap sehat untuk taat merupakan tanda syukur kita kepada-Nya.
Wallahua’lam
***Rujukan: Resep Sehat JSR; dr. Zaidul Akbar; halaman 11-16


















Tinggalkan Balasan