infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pemkab OKU Luncurkan SCB-DP

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU meluncurkan proyek peningkatan kapasitas untuk desentralisasi atau sustanaible capacity building for decentralization project (SCBDP).

Proyek tersebut untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien sesuai standar pelayanan minimal Pemerintah Indonesia.

Sosialisasi dan peluncuran (launching) SCB-DP dibuka langsung Bupati OKU Yulius Nawawi, dihadiri para pelaksana SCB-DP, diantaranya Ketua Project Implementing Unit (PIU) Gunawan Somad yang juga kepala Bappeda OKU, pihak konsorsium penyedia jasa atau konsultan pelaksana, serta staf Central Project Management Office (DPMO), Core Team, Field Team, dan Monitoring Team.

“Tidak semua kabupaten di Indonesia telah melakukan lelang dan penandatanganan kontrak SCB-DP selama tiga tahun dengan nilai kontrak Rp9 miliar, dengan dana pendamping Rp2 miliar dari APBD OKU,” ujar Yulius.

Karena itu, dia berharap stakeholders pemerintahan dapat mengikuti semua tahapan kegiatan SCB-DP secara maksimal.

Dia menyebutkan, fokus dan komponen SCB-DP adalah peningkatan kapasitas yang difokuskan pada tataran sistem, tataran institusi, dan tataran individu personel PNS. Jadi, komponen dan proporsi kegiatan meliputi kerangka peningkatan kapasitas, pengembangan kelembagaan, manajemen SDM, pendidikan berikut pelatihan, pembiayaan, dan penganggaran.

“Pada akhirnya dapat mewujudkan misi Pemkab OKU dalam mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih KKN, berwibawa, profesional, produktif, dan transparan untuk menciptakan good governance. Termasuk, melaksanakan otonomi daerah yang luas,nyata, dan bertanggung jawab,” kata Yulius.

Direktur Utama PT Reka Spasia Indonesia yang juga Ketua Konsorsium SCB-DP Ir Handi Yuzar mengatakan, selain sejumlah perusahaan konsultan, lembaga LP3M Universitas Sriwijaya juga terlibat pada proyek SCB-DP di Kabupaten OKU.

Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki sejumlah tenaga ahli melalui SCB-DP, diharapkan kapasitas pemerintahan di bidang pelayanan di Kabupaten OKU lebih meningkat.

Dia menyebutkan, kunci keberhasilan SCB-DP terletak pada tingkat dan kualitas partisipasi semua pihak yang terlibat proyek ini. Artinya, segenap stakeholdersdituntut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan sesuai fungsinya masing-masing.

“Mulai konsultan, pemkab, DPRD, kalangan dunia usaha, hingga masyarakat sendiri,” ungkapnya. (jimmy octa harto/SINDO)

125 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Pemkab OKU Luncurkan SCB-DP”

  1. Avatar Komunitas Pita Merah

    Melibatkan seluruh stakeholder? Kita lihat saja nanti pelaksanaannya. Cuma nitip pesan ke Pemerintah Kabupaten OKU : Dana penanggulangan HIV/AIDS tolong dianggarkan! KPAD tolong diaktifkan kembali. Kalau cuma mengandalkan LSM, berapalah kemampuan relawan kami yang terbatas ini. Salam perjuangan.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca