Potensi perikanan Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau Babel, belum digarap secara optimal karena terbentur keterbatasan dana dan sumber daya manusia, dan kurangnya minat investor menanamkan modalnya.
”Potensi perikanan laut Kota Pangkal Pinang mencapai 92.625 ton per tahun. Namun, dari total potensi itu, baru separuh yang berhasil dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Perikanan dan Kelautan Pangkal Pinang Akhmad di Pangkal Pinang, Jumat (24/10).
Dia menjelaskan, budidaya potensi kelautan di daerahnya sangat menjanjikan untuk dikembangkan, tetapi terkendala dana dan SDM. Selain itu, pengusaha sering terganggu kondisi gelombang laut yang sangat tinggi sehingga rawan terjadi musibah di laut.
Selain potensi perikanan laut, potensi perikanan air payau, tawar, dan keramba apung pada kolong-kolong bekas penambangan timah juga sangat menjanjikan. Misalnya, untuk budidaya ikan air payau, terdapat lahan seluas 1.494 hektar. Namun, yang sudah dimanfaatkan hanya 101 hektar.
”Potensi sektor budidaya ikan air tawar dan keramba apung memiliki lahan seluas 420 hektar, sementara lahan yang berhasil digarap hanya 9,2 hektar,” ujar Akhmad.
Oleh karena itu, Pemkot Pangkal Pinang akan terus berupaya menggarap potensi perikanan, baik laut maupun air tawar, secara maksimal dengan mempersiapkan SDM andal di bidang perikanan, dana, serta mendorong minat masyarakat.
”Kendala yang ada harus diatasi agar potensi perikanan bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan per kapita daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Akhmad. (ANTARA/BOY)


















Tinggalkan Balasan