Markas pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Palembang atau Lanal Palembang bakal dipindahkan ke kawasan pelabuhan Tanjung Api-api. Rencana pemindahan Lanal Palembang dari kawasan pelabuhan Boom Baru tersebut disampaikan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Palembang Letkol Laut Tatit Eko Wicaksono.
Usai peringatan Hari Nusantara di halaman kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (13/12) Danlanal Tatit Eko menjelaskan, renaca pemindahan markas Lanal Palembang telah mendapat arahan Gubernur Sumsel. Pemerintah Provinsi Sumsel telah telah menyediakan lahan seluas 10 hektare untuk markas TNI AL Palembang dan markas Direktorat Polair Polda Sumsel di kawasan pelabuhan Tanjung Api-api.
Menurut Tatit Eko dengan adanya rencana pemindahan tersebut, secepatnya melaporkan rencana tersebut ke markas TNI AL. “Kami mengharapkan lokasinya nanti berada paling utara dekat dengan pintu gerbang dari kawasan pelabuhan Tanjung Api-api. Dana untuk pembangunannya tentu menggunakan APBN. Markas yang baru akan dibuat seperti kompleks prajurit,” katanya.
Mengenai markas Lanal Palembang yang berada di kawasan pelabuhan Boom Baru menurut Tatit Eko, akan difungsikan untuk keperluan lain. “Bisa saja menjadi kantor perwakilan ataupun menjadi mess. Nanti kita akan lihat lagi konsepnya menunggu arahan dari markas TNI AL.”
Menurut Danlanal palembang, pembangunan pelabuhan samudera Tanjung Api-api diperlukan untuk distribusi penyaluran hasil bumi di Sumsel sehingga dapat mengembangkan ekonomi masyarakat. “TNI-AL siap mendukung pelaksanaan pembangunan pelabuhan Tanjng Api-api dengan memberikan pengamanan yang dibutuhkan. TNI AL personilnya sesuai kondisi yang ada,” ujarnya.
Dengan adanya pangkalan TNI AL di pelabuhan Tanjung Api-api, akan tersedia areal yang cukup untuk menampung personil dan peralatan yang dimiliki TNI-AL, seperti untuk penempatan kapal perang atau KRI dengan berbagai model dan ukuran. ”Kita memiliki berbagai macam kapal dari ukuran 28 meter sampai 46 meter. Semuanya saya pikir dapat dioperasikan,” tambah Tatit Eko. (pur/republika)


















Tinggalkan Balasan