Sebanyak 216 desa dari 16 kecamatan yang ada dalam wilayah Kab OKU Selatan (57% warga), yang menikmati penerangan listrik. Bahkan, di Kec Banding Agung hanya menikmati penerangan listrik di malam hari. Padahal daerah tersebut merupakan daerah wisata.“Kenyataannya, 43% warga yang tinggal di daerah pedesaan belum dapat menikmati penerangan listrik. Maka itu, kita berharap di tahun mendatang pihak berwenang dapat menambah jalur penerangan listrik,” kata Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i, dalam acara sosialisasi mengenai kebijakan kelistrikan PT PLN S2JB cabang Lahat serta penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Muardua, Jumat (2/11) kemarin, seperti dilansir harian sindo.
Menurut Muhtadin, melihat kawasan OKU Selatan secara geografis dikelilingi hutan, perbukitan, serta aliran anak sungai, yang menguntungkan bagi kita untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Aliran air sungai yang dialiri dari anak-anak Sungai Saka maupun Sungai Selabung yang deras, memungkinkan untuk pengembangan PLTMH maupun PLTA,” ujar Bupati. Bupati menambahkan, di OKU Selatan, sistem PLTMH sangat berpotensi, selain didukung dengan potensi alam. Buktinya, sudah tiga tahun ini di Kec Pulau Beringin dan Kec Sindang Danau sudah menerapkan PLTMH, yang semuanya dialiri oleh anak-anak sungai.
Sementara itu, Manajer PT PLN S2JB cabang Lahat Nyoman Stawa yang didampingi Manajer PT PLN Ranting Muaradua Darsono mengakui, masyarakat Muaradua baru 18.495 yang dapat menikmati aliran listrik.
Hal itu disebabkan daya tegangan yang dimiliki PT PLN Ranting Muaradua hanya 20 kilovolt (kv). “Pada 2008 mendatang, PLN Ranting Muaradua akan menambah jaringan. Jadi daerah pedesaan yang belum tersentuh listrik akan segera terealisasikan,” ucap Darsono. (ashariansyah/sindo)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan