Sebagai upaya tanggap darurat terhadap bencana, Pemprov Sumsel bakal membangun Sriwijaya Crisis Center (SCC). Anggaran sebesar Rp3 miliar tersebut dibangun di gedung eks Kanwil Perhubungan, di lokasi Bandara Internasional SMB II Palembang.
Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sekda Provinsi Sumsel Budi Raharjo mengatakan, SCC merupakan suatu kantor tempat menempatkan peralatan dan regu tanggap bencana. Dengan adanya SCC, semua kemampuan yang dimiliki Sumsel dapat dikoordinasi dengan cepat ketika terjadi bencana.
”Semua peralatan kita punya, mulai dari Regu Perahu Karet, Tagana, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran.Tetapi, itu semua masih terpisah pada dinas masing-masing,” ujar Budi seusai memimpin rapat persiapan pembangunan SCC di ruang rapat Bina Praja Provinsi Sumsel Jumat (18/4) kemarin.
Anggaran yang dipersiapkan untuk membangun SCC diambil dari APBD tahun 2008 yang digunakan untuk rehab gedung eks Kanwil Perhubungan tersebut. Nantinya, semua regu dan peralatan yang dimiliki akan dikumpulkan di tempat tersebut yang dikoordinasi langsung Dinas Kesehatan dan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumsel.
Dengan adanya SCC ini, diharapkan dapat memudahkan mobilisasi dan koordinasi ketika menghadapi ben-cana yang terjadi. SCC dibentuk sebagai upaya tanggap bencana sesuai instruksi pusat menanggapi banyaknya bencana yang melanda. Tidak hanya bencana atau kejadian di Sumsel, tetapi juga bencana yang terjadi di provinsi lain.
”Kita telah membuktikan dengan bencana gempa di Bengkulu sebelumnya. Tidak ada tujuan lain, hanya memudahkan koordinasi dalam menghadapi bencana,” katanya.
Sebelumnya, Asisten Ketataprajaan Provinsi Sumsel Erman Robain Sirodj mengatakan, pembangunan SCC segera dimulai. Saat ini sedang dilakukan desain terhadap gedung yang bakal digunakan. ”Sedapat mungkin tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Karena ini wilayah bandara , ” katanya. (berli zulkanedi)***SINDO


















Tinggalkan Balasan