infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Kondisi Jalan Betung-Sekayu Memprihatinkan

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Hingga kini, kondisi ruas jalan Betung-Sekayu kian memprihatinkan, seiring dengan lambannya penanganan perbaikan ruas jalan tersebut. Proporsional tanggung jawab pemeliharaan ruas jalan di wilayah Kab Muba itu sedang dalam proses, sehingga diharapkan nantinya tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan infrastruktur jalan yang mengakibatkan lambannya pengerjaan perbaikan jalan yang rusak.

“Selama ini kan saling tunjuk, ini punya provinsi atau ini harusnya kabupaten, sehingga pengerjaannya tidak pernah maksimal. Oleh sebab itu, kita mencoba mencari solusinya supaya tidak saling lempar lagi, toh ini semua untuk kepentingan rakyat juga,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Muba Nurhan Putra Jaya, seperti dilaporkan harian SINDO.

Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan Dinas PU Bina Marga Kab Muba Herman Mayori mengatakan, sesuai Kepmen Kimpraswil No 376/KPTS/M/2004 tertanggal 19 Oktober 2004, jalan negara yang melalui Kabupaten Muba adalah ruas jalan Betung–Sekayu sepanjang 51,35 km.

Sedangkan, jalan yang merupakan jalan provinsi sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan No 590/ KPTS/IV/2005 tertanggal 25 Oktober 2005 adalah ruas jalan Sekayu–perbatasan Muara Enim. Dan ini hendaknya dapat menjadi dasar tanggung jawab pemeliharaan jalan.

Sementara itu, menurut laporan harian SINDO, sepanjang ruas jalan Betung– Sekayu, sedikitnya terdapat 12 titik kerusakan yang masuk kategori parah, yaitu mulai dari STA 78+000 daerah Talang Duku, sampai STA 117+000 batas Kota Sekayu.

Sedangkan pada ruas jalan Sekayu–perbatasan Muara Enim, terdapat 6 titik kerusakan, yaitu dari STA 8+000 hingga STA 39+000 daerah Sindang Marga. Demikian pula halnya kerusakan pada ruas jalan Sekayu–Mangun Jaya, Mangun Jaya–perbatasan Cabdin Mura. [SINDO/infokito]

•••

150 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

5 responses to “Kondisi Jalan Betung-Sekayu Memprihatinkan”

  1. Avatar mas pri
    mas pri

    kalo betung-sekayu masih belum jelas tanggung jawab siapa, lebih baik tinjau ulang pembangunan jalan sungai lilin-keluang-sekayu. itu tuh aspal atau taik sapi disepanjang jalan. yang serius dong ahh kalo kerja. apa perlu dilakukan audit oleh BPK biar jelas semua….!!!!

  2. Avatar asmawi
    asmawi

    salam semuanya ….para pemerintah kab Muba.
    saya kutik-kutik web/situs pemr Muba….ini saya lihat sangat lucu dan menarik,,,,ini luh pak saya ini di jkt sudah lama ngk pulang kampung di Desa Rantau panjang MUBA.tapi saya sering melihat2 berita di internet bahwa kabarnya keadaan di kab MuBa uda cukup maju dan hebat di bandingkan dengan 5/10 thn yang lalu.Tapi di balik ini juga masih ada yang sy lihat/baca masih ada juga segi kekurangan nya, seperti, ada pemberitaan masalah jalan yang rusak ,ini bagai mana ? ,Masalah perdagangan Kaki lima yang belum dapat di perhatikan dengan benar?,Masalah perkebunan , hak milik tanah masih ada yang berebutan ? Masalah pelayanan Terhadap masyarakat system satu atap masih ada saja kerikil2 tentang biayanya? semua inpo ini saya dapatkan dalam internet apakah ya semua ini benar ? kalau benar tolonglah perbaiki pak sesuaikan dengan moto SERASAN SAKATE dan kabupaten yang di pemberitaannya yang cukup maju dan terkaya di SUM SEL, jangan sampai ada lagi pemberitaan2 yang kurang enak ,apa lagi kata2 di ucapkan oleh mas pri masalah jalan seperti kata2(aspal atau taik sapi)ini uda cukup bikin malu pemerintah MUBA sebab ini di baca oleh orang seluruh Nusantara bahkan Dunia, ini suatu pelajaran dan teguran buat pemerintah Kab MUBA/ DEP PU.dan tolong di pertahankan pak apa yang telah di miliki oleh kab MuBa saat ini jangan sam[pai mundur lagi kalau suda benar2 maju <. terima kasih, Wasalam , Asmawi Ahmad.

  3. Avatar perdi

    Kenapa hal ini bisa terlepas dari pemantauan pemerintah MUBA ,?
    Mungkin kalau saya boleh kasih comentar , bisa jadi bapak Bupati lagi sibuk Ngurusin Ambisinya , di banding dengan kondisi sekitarnya,
    Malu dong dong kalau ada pemberitaan seperti ini,Kanapa tidak bayangkan aja MUBA sebagai katagori Kabupaten kaya, tapi urusan jalan saja tidak mampu memeperbaiki, Lalu apa kata dunia,
    Kalau sipa yang wajib membetulkan jalan tersebut saya pikir perbaikan itu menjadi tanggung jawab Kab.Muba ,toh tak jadi maslah kan ?soalnya MUBA kan Kab Kaya , jadi wajar aja dong, dan jangan cuma Menang di Web aja , Tapi bukti dan faktanya bung!

  4. Avatar fada
    fada

    Kita dalam bernegara ini ada aturannya. Baik pemerintah pusat, propinsi sampai ke kotamadya/kabupaten ada kewajiban dan kewenangannya. Kalau tidak diatur, berarti bukan negara namanya, mungkin hutan namanya, hehehhee.

    Semua diatur, sampai ke pengurusan jalan segala. Spt peraturan-peraturan diatas, maka Pemerintah Pusat menyatakan bahwa jalan Betung – Sekayu adalah kewenangan mereka. Sehingga segala urusan bagi jalan tersebut, seperti pelebaran, pemeliharaan, pemasangan rambu2 lalu lintas, ini menjadi urusan pemerintah pusat. Tetapi, untuk operasionalnya, dalam aturan otonomi sekarang ini, pemerintah pusat memberiperpanjangan tangan ke pemerintah propinsi untuk mengelolanya.

    Kenapa jalan ini menjadi tanggungjawab negara ? Karena ini menyangkut sistem transportasi nasional. Semua daerah harus terakomodasi/terakses secara nasional. Sedangkan jalan yang menghubungkan antar kabupaten menjadi tanggungjawab propinsi.

    Kemudian, untuk jalan Sekayu – Perbatasan Muara Enim, seperti aturan Gubernur diatas, menjadi wewenang Gubernur.

    Saya kira, sebenarnya, Muba dapat saja membantu nasional dan propinsi untuk membangun jalan tersebut yang biayanya ratusan milyar. Tetapi apakah nasional dan propinsi mau menerimanya, sedangkan dana bagi hasil Muba pun propinsi dan nasional sebagian besar sudah diambil.

    Tetapi, sekarang, untuk jalan Nasional telah ada perbaikan, mungkin dana dari pusat sudah turun. Tetapi jalan propinsi ini dananya/prosesnya gak turun-turun ? Kasihan dong sama keutuhan antar daerah kita ini.

    Inilah warisan dari seorang Syahrial Osman ..

    1. Avatar Gbastian Arman

      pemerintah nya terlalu sering jalan2 dan mereka masa bodoh dgn masyarakat muba pemerintah nya hari selasa br masuk kantor dan hr kamis udah pulang keluar kota sekayu

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect