infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pedagang Pasar Sekip Protes Banyaknya Retribusi

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Sebanyak 200 pedagang Pasar Sekip Ujung melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup kios jualan yang berada di pasar sejak pukul 07.00 WIB Senin (18/2) kemarin. Aksi ini terkait banyaknya retribusi yang diterapkan pihak pengelola pasar kepada para pedagang.

Menurut salah seorang pedagang, Suparman, aksi ini unjuk rasa penutupan kios dikarenakan adanya kenaikan retribusi keamanan untuk menjaga pasar tersebut.

”Biasanya retribusi keamanan dari sebesar Rp300 per pedagang berubah sebesar Rp1000 per hari per pedagang,” kata ujar pedagang gado-gado ini, Senin kemarin. Pedagang lainnya, Atun, menambahkan, retribusi yang dikeluhkan, pertama, retribusi iuran sewa petak kios per tahun yang terlambat bayar satu hari didenda Rp50.000.

Kedua, biaya balik nama (BBN) per petak kios yang sebelumnya seharga Rp250.000 kini menjadi Rp1,2 juta. Ketiga, iuran sewa per petak kios untuk penyewa bulanan sebesar Rp56.000, jika terlambat bayar denda Rp50.000.

Keempat, retribusi keamanan dari Rp1.000 per hari per pedagang, sebelumnya Rp300. Kelima, retribusi kebersihan dari Rp300 per pedagang per hari menjadi Rp800 per pedagang perhari.

”Kami minta pemerintah itu lebih memperhatikan nasib para pedagang, bukan hanya menaikkan harga retribusi,” tegasnya. Koordinator Wilayah II PD Pasar Ilir Timur Palembang Effendi HS menegaskan, langkah yang dilakukan kepala PD Pasar Sekip Ujung menaikan retribusi keamanan belum dilakukan. Ini baru dilakukan sosialisasi. (hengky chandra agoes/SINDO)

•••

27 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca