Komisi II DPRD Kota Palembang menilai, Dinas Pertanian Kota Palembang lamban dalam pelaksanaan program-program bidang pertanian yang menyentuh langsung masyarakat. Memasuki akhir 2007, realisasi bidang pertanian tersebut belum mencapai 100%.
”Seharusnya, memasuki sekarang sudah mencapai 100% pembangunan di bidang pertanian,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang Zuhri Lubis di Palembang Selasa (25/12) kemarin.
Menurut Zuhri, indikator yang menjadi penilaian yakni Dinas Pertanian belum menyelesaikan 100% program pertanian yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembangunan resapan sumur, pengadaan ternak, serta pembuatan kandang kambing dan sapi yang didanai dari dana alokasi khusus dan APBD kota.
”Seharusnya proyek-proyek ini sudah ditenderkan sejak Mei, tapi baru dilakukan Agustus lalu,” ungkapnya. Politikus Partai Golkar ini melanjutkan, seharusnya sejak awal tahun program-program 2007 tersebut sudah berjalan, dan saat ini hasilnya sudah mulai kelihatan.
Namun, Zuhri memuji pembangunan jalan usaha tani (JUT) yang akan berdampak pada kelancaran arus transportasi hasil pertanian. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sri Dewi Titisari menerangkan, proyek pembangunan JUT menggunakan dana dari Departemen Pertanian Pusat sebesar Rp306 juta.
Proyek pembangunan jalan tersebut dimulai sejak Juni lalu, yang menghubungkan Desa Pulokerto dan Desa Sungai Lacak. Pembangunan jalan itu sendiri menggunakan tenaga sekitar. Menurut Titi, semua program dinas pertanian hingga saat ini sudah hampir selesai semuanya. Memang ada beberapa program yang belum terealisasi 100%. (berli zulkanedi)


















Tinggalkan Balasan