Sebanyak enam kabupaten di Sumsel akan memperoleh bantuan benih kedelai dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 13.000 hektare. Tiap hektare mendapat jatah 40 kg yang akan dibagikan pada April mendatang. Enam kabupaten yang akan memperoleh bantuan benih kedelai tersebut adalah Kabupaten OKI, OKU, OKU Timur, Muara Enim, Lahat, dan Musi Rawas (Mura).
Bantuan benih tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kedelai nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. ”Bantuan tidak untuk petani baru, tapi petani yang memang sudah berpengalaman menanam kedelai sehingga tingkat keberhasilan program ini nantinya cukup tinggi,” kata Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Sumsel Trisbani Arief, seusai rapat kerja dengan Komisi II DPRD Sumsel, Selasa (19/2) kemarin.
Dia menambahkan, bantuan tersebut akan diberikan kepada sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan). Bantuan ini disebabkan kenaikan harga jual kedelai yang saat ini cukup tinggi, mencapai Rp7.000–8.000 per kg. Dengan bantuan ini, diharapkan banyak petani di Sumsel berminat kembali menanam kedelai.
Pada kesempatan itu, Trisbani juga menuturkan, bila saat panen harga kedelai di pasaran menurun dan merugikan petaninya, pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan yang mengharuskan Bulog membeli kedelai yang dihasilkan petani ini dengan harga terendah Rp5.500 per kg.
Mengenai keluhan sejumlah petani kedelai yang berkeberatan kembali menanam kedelai karena tanaman ini dinilai rentan hama, menurut Trisbani, pihaknya akan mempersiapkan pestisida yang cukup serta tetap melakukan pengawalan.
”Kita tidak mau gagal. Pestisida dan peralatan tetap akan kita bantu. Kita juga punya dua brigade penyemprotan yang siap diturunkan serentak bila diperlukan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman kedelai ini nantinya,” imbuh Trisbani.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bulog Divre Sumbagsel Tedy Mulwadi mengusulkan, sebaiknya dijalin kerja sama antarpihak perguruan tinggi, Dinas Pertanian, serta Bulog untuk mengatasi permasalahan kedelai ini.
”Perguruan tinggi saya kira lebih mengerti dan dapat mengembangkan hasil penemuan mereka soal penanaman kedelai ini. Dengan demikian, hasil kedelai per hektarenya dapat dinaikkan,” kata Tedy.
Soal permintaan pemerintah pusat agar Bulog siap menampung hasil panen kedelai bila harga kedelai di pasaran menurun, Tedy menyatakan siap menampung hasil panen kedelai ini dengan harga Rp6.000 per kg.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumsel Maita Dewi mengatakan, pendistribusian bantuan benih kedelai dari pemerintah pusat ini harus tepat sehingga tak berbalik justru merugikan petani. Selain itu, harus jelas apakah benih bantuan ini nantinya akan diberikan kepada petani secara perseorangan atau kelompok.
”Jangan sampai nanti setelah kabar ini sampai ke para petani, mereka menjadi bertanya- tanya mengapa bantuan benih kedelai dari pemerintah ini tak sampai ke tangan mereka,” kata anggota Fraksi PDIP ini.
Maita mengharapkan agar dalam mendistribusikan bantuan benih kedelai ini pihak Dinas THP bersikap adil dan tidak memihak. Sebab, bila petani telah bersedia menanam kedelai, mereka akan merasa dikecewakan bila pendistribusiannya tidak tepat. (dedy sagita/SINDO)


















Tinggalkan Balasan