infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pipanisasi Gas kota Palembang Tambah Rp2 M

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pengembangan gas perkotaan di Palembang terus bergulir. Sebab, pemenuhan pipanisasi gas ini dinilai dapat meringankan biaya rumah tangga.

Program gas kota ini diperuntukkan bagi 145.970 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan, yakni 33.740 KK di Seberang Ulu, 14.064 KK di Gandus, 17.869 KK di Seberang Ulu II, 22.730 KK di Ilir Timur I, 29.466 KK di Ilir Barat I,15.186 KK di Ilir Barat II, dan 12.915 KK di Bukit Kecil.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang Yohanes Sutanto mengatakan, pengembangan gas perkotaan di Palembang merupakan bantuan pemerintah pusat. Sedangkan pengembangan sarana infrastruktur pendukung, diusulkan pada APBD 2009 senilai Rp2 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan sebagai bentuk kesiapan Pemkot Palembang dan PT SP2J sebagai pengelola.

“Dana itu baru diajukan dan dibahas DPRD,” ungkap Yohanes kepada harian SINDO.

Menurut dia, pengembangan gas perkotaan di Indonesia ditujukan untuk enam daerah, yaitu Surabaya, Blora, Bekasi, Depok, Medan, dan Palembang. Dalam perjalanannya, Kota Palembang dan Bekasi dinilai lebih siap. Palembang sendiri memiliki sumber daya alam berupa gas yang banyak dan telah melakukan gas perkotaan melalui kerja sama dengan PT PGN.

Pihaknya masih akan melakukan pertemuan kembali terkait sejumlah jaringan terhadap pengembangan gas perkotaan, termasuk melakukan engeenering desain, dengan melihat kondisi di lapangan berdasarkan tingkat kesulitan, seperti jaringan PDAM, Telkom, PLN yang melintas pada jalur pipanisasi.

Persoalan gas, tandas Yohanes, bila dilakukan sembrono dapat mengakibatkan kebocoran dan ledakan.

“Sebelum lebih matang, diperlukan pemetaan dahulu,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Disperindagkop Palembang Wantjik Badaruddin. Dia berharap seluruh warga Palembang pada 2011 sudah bisa menikmati gas perkotaan.

Sebab, pemakaian gas jauh lebih hemat dibandingkan minyak tanah. Bisa dibayangkan, dengan konsumsi minyak tanah, diperkirakan butuh 20–28 liter/bulan. Dengan harga Rp2.500/liter, maka dikeluarkan uang sekitar Rp50.000–Rp70.000. Elpiji butuh Rp70.000–Rp85.000 untuk satu tabung. Sedangkan dengan gas, pemakaian sekitar 20–25 meter kubik. Satu bulan hanya Rp25.640– Rp32.050, dengan harga per meter kubik Rp1.282.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Palembang Zuhri Lubis berharap pembenahan infrastruktur gas perkotaan dapat lebih cepat.Untuk itu,dia meminta agar biaya pemasangan tidak dibebankan terlalu tinggi. (siera syailendra/SINDO)

62 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca