Rumah tahanan (Rutan) Muaradua kini kondisinya kekurangan air bersih untuk keperluan para penghuninya yang sudah terjadi sejak musim kemarau lalu. Ini terjadi akibat debit air sumur dan suplai air dari PDAM setempat terus berkurang setiap harinya. Saat ini, lapas yang terletak di Jalan Pasar Lama Kec Muaradua ini memiliki tiga unit sumur bor, dan satu lagi bersumber dari PDAM Saka Selabung. Demikian dilaporkan harian SINDO.
”Banyak penghuni rutan yang mulai terserang penyakit gatal-gatal. Mereka (penghuni) kesulitan untuk membersihkan diri karena tidak ada air,” ungkap Kepala Rutan Muaradua Herman Sawiran di Muaradua Selasa (25/12) kemarin.
”Bagaimana mau sehat, kalau air bersih saja sudah menjadi barang langka di sini. Saya kasihan pada mereka. Soalnya saya sendiri pun tidak tahan berlama-lama ketika memeriksa mereka. Aroma tidak sedap selalu berembus,” beber Herman.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kab OKU Selatan H Wahab Nawawi menuturkan, keinginan Rutan Muaradua untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rutan bukannya tidak direspons. Hanya saja, mengingat rutan adalah lembaga vertikal yang langsung dari pusat, pihaknya tidak bisa langsung menyetujui. (ashariansyah/sindo)


















Tinggalkan Balasan