infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

PLTG Kalidoni Siap Diresmikan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Untuk mengatasi krisis listrik, Pemkot Palembang segera meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 2×6 MW Sei Selincah Kalidoni akhir Juli ini.

Operasional PTLG ini diharapkan dapat menambah pasokan listrik di kota Palembang. Asisten II Sekda Kota Palembang Apriadi S Busri mengatakan. setelah dirampungkan pembangunan fisik dan masalah administrasi PLTG 2×6 MW, Wali Kota Palembang segera meresmikan operasional PLTG tersebut.

“Kita bakal ada tambahan listrik sebesar 2×6 MW dan ini sangat dirasakan juga manfaatnya,” tuturnya. Seperti diketahui, proyek PLTG 2×6 MW di Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang itu sempat diduga terlibat kasus markup yang melibatkan Dirut PLN Eddie Widiono sekitar awal tahun 2006 lalu. Akibatnya, pembangunan PLTG sempat terganggu dan tertunda.

Menurut Apriadi, kehadiran PLTG itu dapat meringankan beban masyarakat. Karena pasokan listrik kian bertambah. Pada warga di sekitar lokasi, diakuinya akan turut merasakan manfaat. Apriadi menjelaskan, PLTG Sei Selincah sebenarnya telah beroperasi lebih kurang tiga bulan lalu dan masih dalam percobaan.

Setelah dirasakan cukup stabil pihak PT Multi Daya Prima Elektrindo sebagai investor meminta diresmikan pencanangan secara resmi langsung oleh Wali Kota Palembang. Sementara itu, Direktur Operasional PT Multi Daya Prima Elektrindo M Machsun Asqy mengatakan,sejak beroperasinya PLTG tersebut daya kelistrikan di Palembang kian berambah.

Bahkan dia yakin daya listrik dapat mencakupi setengah dari jumlah pendudukan kota Palembang terutama potensial pada jaringan di sekitar PLTG. Investasi pihak perusahaan untuk membangun PLTG sejak dua tahun lalu memakan dana hingga USD 13 juta. Sementara, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 2×7 MW di Kecamatan Sematang Borang Palembang oleh Pemkot Palembang melalui PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) masih terganjal masalah.

Hal ini terkait masih macetnya negosiasi antara Pemkot Palembang dengan Pertamina terkait pasokan gas. Dalam hal itu,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menilai pembangunan PLTMG masih terkendala di tingkat negosiasi untuk menentukan permintaan gas. Sebab, diakuinya terjadi prosedur yang berbelit-belit antara Pertamina dan BPH Migas di tingkat pusat.

Pembangunan PLTMG 2×7 MW yang diperkirakan memerlukan dana Rp150 miliar, kemungkinan akan memerlukan dana tambahan. Meskipun demikian diharapkan pendanaan sepenuhnya berasal dari swasta murni. Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Bahder Johan mengatakan, negoisasi dengan pihak Pertamina menjadi kendala utama dan masih alot.

Terutama nilai jual gas yang ditetapkan Pertamina sangat mahal. Berdasarkan feasibility study SP2J nilai ekonomis gas harusnya USD 4 mmscfd namun Pertamina menginginkan harga gas dijual diatas USD5,5 mmscfd. ”Berapa lagi akan kita jual listrik kepada PLN kalau harganya gas segitu,” ucapnya. (siera syailendra/SINDO)

•••

530 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca