Kepala Dinas (Kadin) Kehutanan dan Perkebunan Kab Banyuasin Ali Imron Bahin menjelaskan, sekitar 36% hutan di kawasan Banyuasin mengalami kerusakan, dan kerusakan didominasi para transmigrasi yang membuka lahan dengan cara menebangi hutan.“Yang paling mendominasi kerusakan hutan di Banyuasin adalah akibat adanya program transmigrasi. Sebab, Banyuasin merupakan salah satu dari kabupaten yang menjadi tujuan para transmigran yang datangnya dari berbagai daerah. Mereka menempati kawasan hutan belantara, seperti Pulau Rimau dan Air Saleh. Inilah penyebab utama,di samping dari dulu maraknya pembalakan liar di kawasan hutan Banyuasin,” terang Ali, seusai acara aksi menanam sejuta pohon di depan kompleks perkantoran Pemkab Banyuasin, Rabu (28/11) kemarin.
Selain akibat program transmigrasi yang telah menyulap ribuan hektare hutan menjadi lahan pertanian, kerusakan hutan di Kab Banyuasin, lanjut Ali, juga diakibatkan pembalakan liar atau yang dikenal dengan illegal logging beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, ujar Ali, untuk menjaga kelestarian hutan di kawasan Banyuasin, maka pihaknya butuh dukungan berupa fasilitas dan sarana untuk operasional yang memadai.
Apalagi, luas kawasan hutan di Banyuasin hampir 40% lebih, yaitu seluas 495.661 hektare dari luas wilayah Banyuasin seluruhnya seluas 1.183 juta hektare. Dengan luas hutan yang sebagian besar berada di areal perairan, kata Ali, maka sangat tidak memungkinkan pihak pemerintah mampu mengontrol tanpa adanya peralatan yang mampu menjangkau semua areal hutan yang dimiliki Banyuasin.
“Sebenarnya Banyuasin membutuhkan sekali kapal patroli khusus untuk mengawasi hutan-hutan yang ada, termasuk kawasan Hutan Taman Nasional Sembilang, yang masih masuk kawasan Banyuasin,”ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan Ali, sebenarnya Pemkab Banyuasin telah mengajukan bantuan kapal patroli ke pemerintah pusat.
Namun, dengan alasan anggaran yang tidak memadai, maka permintaan tersebut belum bisa dipenuhi. Padahal, kebutuhan kapal patroli untuk mengawasi hutan- hutan yang dimiliki Banyuasin sangat mendesak sekali. (jemi astuti/sindo)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan