Sebuah kapal laut pengangkut barang senilai Rp7,5 miliar buatan Palembang kembali dibeli Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Kapal laut bernama Landing Craft Tank (LCT) Sanpai resmi dilepas Gubernur Papua Barnabas Suebu dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin NS dan Direktur Utama PT Mariana Bahagia (MB) Jhonson William Sucipto di Galangan Kapal PT MB Jalan Sabar Jaya, Kel Mariana Ilir, Kab Banyuasin, Minggu (18/11). Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan, pembelian kapal ini sudah kelima kalinya. Kini, pihaknya sedang memesan satu kapal penumpang lagi dari PT MB. Kapal LCT Sanpai ini, akan dikirim ke Pelabuhan Agats di Kab Asmat, Papua. Papua saat ini, sedang giat-giat mengembangkan berbagai sarana infrastruktur, mulai darat, udara, hingga laut. Ketiga sarana ini harus dapat terintegrasi dengan baik dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung.
Barnabas menjelaskan, Papua memiliki luas wilayah tiga kali lebih luas dari Pulau Jawa,namun infrastrukturnya belum memadai. Sedangkan, garis pantai yang dimiliki Papua terpanjang di antara pulau yang ada di Indonesia. Dengan demikian, diperlukan kendaraan laut yang memadai. Selain itu, Papua sedang mengembangkan konsep Trans Papua Highway dengan tahap awal membangun infrastruktur jalan sepanjang 6.000 km yang menghabiskan dana sebesar Rp100 triliun.
”Kita juga akan membeli kapal laut lagi dengan bentuk rumah sakit terapung senilai Rp1,5 triliun langsung dipesan dari Belanda,” imbuh dia. Dengan APBD Papua Rp1,3 triliun, infrastruktur di Papua secara terus-menerus akan dikembangkan. Untuk 2008, fokus pada infrastruktur jalan dan pembangunan dermaga dan pelabuhan kontainer.
Sementara, Direktur Utama PT MB Jhonson William Sucipto mengatakan, proses pembuatan kapal LCT Sanpai memakan waktu sekitar 164 hari dari jadwal kontrak yang ditetapkan 180 hari.Waktu keberangkatan dari Palembang ke Pelabuhan Agats, Kab Asmat, memerlukan 12 hari. ”Kapal ini merupakan kapal ke-53 buatan PT MB,” ucap dia.
Dijelaskan, panjang kapal tersebut 32 meter, lebar 8 meter, sarat air 2,40 meter, dengan muatan ABK 10 orang, dan kecepatan kapal 8 knot. Papua sedang memesan satu kapal penumpang dengan muatan 350 orang dengan spesifikasi panjang 63 meter, lebar 12 meter, dan kecepatan hingga 12 knot. ”Kita sangat bersyukur diberikan kepercayaan Provinsi Papua,” imbuh dia. (siera syailendra/sindo)




















Tinggalkan Balasan