Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) segera mencanangkan Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten koperasi. Ketua Dekopin Wilayah Provinsi Sumsel Munadjiah mengatakan, pergerakan koperasi pada 12 Juli menetapkan sebagai Hari Koperasi melalui Kongres I di Tasikmalaya 61 tahun lalu.
Untuk memperingatinya, Dekopin Wilayah Provinsi Sumsel akan menggelar berbagai acara, di antaranya pencanangan Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten percontohan koperasi. Penilaian berdasarkan komitmen bupati dan banyaknya koperasi mandiri di kabupaten tersebut.
“Tahun ini Dekopin Sumsel akan menggelar beberapa kegiatan, di antaranya penganugerahan beberapa pejabat dan pencanangan Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten koperasi,” ujarnya di Pemprov Sumsel kemarin.
Rencananya, pencanangan Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten percontohan koperasi dilakukan langsung Ketua Dekopin pusat pada 12 Agustus mendatang. Pencanangan tersebut, sesuai komitmen Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti yang hendak menjadi motor atau kabupaten percontohan koperasi. Nantinya, semua kegiatan ekonomi dan tata niaga dilakukan koperasi.
Dengan begitu, produk yang dihasilkan masyarakat, berupa produk pertanian dan sebagainya, dibeli koperasi serta dijual melalui koperasi. Nantinya, Kabupaten Musi Rawas menjadi kabupaten percontohan bagi daerah lain. Tidak hanya percontohan di Provinsi Sumsel, melainkan pilot project di seluruh Indonesia.
“Koperasi di Musi Rawas cukup baik dan banyak kegiatan masyarakat yang melibatkan koperasi. Untuk itu, kita berencana mengembangkan koperasi,” katanya. Dalam peringatan Hari Koperasi juga diberikan penghargaan kepada kepala daerah dan koperasi berprestasi. Penghargaan diberikan untuk memotivasi para pengurus koperasi supaya memahami pentingnya kehidupan berkoperasi.
Dia berharap, peringatan Hari Koperasi dapat meningkatkan peran dalam melakukan perubahan sebagai wadah ekonomi dan memperluas lapangan kerja. Tidak hanya itu,kehadiran koperasi harus mampu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Munadjiah menambahkan, para pengurus koperasi diimbau meninggalkan paradigma lama yang bertujuan mendirikan koperasi hanya untuk mengharapkan bantuan.
Menurut dia, koperasi dapat berhasil bila terdapat semangat dan kemandirian serta tidak tergantung pemberian. Sementara itu, Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel mengatakan, koperasi merupakan wadah kegiatan ekonomi masyarakat.
“Untuk itu, koperasi memang harus dikembangkan dan jangan bertujuan untuk mendapatkan bantuan. Kalau selama ini berpikir untuk mendapatkan bantuan, mari sekarang diubah,” tuturnya. (berli zulkanedi/SINDO)


















Tinggalkan Balasan