Angka inflasi bulan Oktober di Kota Palembang mencapai 1,41 persen. Tingginya angka ini terutama disebabkan kenaikan tarif angkutan, empek-empek, ikan, dan bawang merah. Inflasi Oktober ini menyebabkan laju inflasi tahun 2007 mencapai 6,24 persen dan inflasi year on year mencapai 8,17 persen.
Menurut Haslani Haris, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel, Kamis (1/11), inflasi pada Oktober 2007 lebih banyak dipicu oleh kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran. Sejumlah pengeluaran yang mengalami perubahan harga tertinggi, misalnya bahan makanan, sandang, makanan jadi, transportasi-komunikasi, dan perumahan.
Haslani menjelaskan, ada 104 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 18 komoditas mengalami penurunan harga, dan sisanya tak berubah. Dari 104 komoditas itu, empat komoditas yang kenaikan harganya paling besar misalnya kenaikan tarif angkutan antarkota, ikan gabus, empek-empek, dan bawang merah.
“Kenaikan tarif angkutan antarkota sebelum dan sesudah Lebaran rata-rata sebesar 14,27 persen dan menyumbang inflasi 0,28 persen. Kenaikan harga ikan, terutama gabus, sebesar 35,7 persen dan menyumbang inflasi 0,19 persen,” kata Haslani.
Dari hasil pemantauan BPS, kondisi perekonomian di 45 kota di Indonesia, Haslani menyatakan, juga terkena inflasi cukup tinggi akibat Lebaran. Menurut data BPS, 39 kota mengalami inflasi, sedangkan hanya enam kota yang mengalami deflasi. Lonjakan inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate 3,98 persen dan terendah Denpasar 0,04 persen. (ONI/kmps)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan