Organisasi etnis di Sumsel diminta netral menghadapi event Pilkada dan Pilgub 2008. Dikhawatirkan, keberpihakan politik akan memecah belah masyarakat. “Organisasi etnis itu sebenarnya bagian dari khasanah budaya. Jangan sampai memiliki keberpihakan politik dalam pilkada, karena itu bisa menimbulkan perpecahan,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumsel Syaiful Islam di Palembang, Sabtu (26/10) kemarin.Dia menekankan, organisasi etnis merupakan bagian budaya yang melibatkan kepentingan masyarakat banyak. Karena itu, kepentingan pragmatis organisasi etnis harus diminimalisasi. Jika organisasi etnis telah mengambil sikap politik tertentu, Syaiful khawatir masyarakat akan bersikap apriori. Demikian seperti dilansir harian sindo.
Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Palembang Soleh Idrus mengakui adanya pengaruh politik yang masuk ke organisasi etnis dari beberapa tokoh yang akan maju dalam pilkada. Namun, dia menilai, dalam kadar tertentu hal itu tidak masalah. “Sepanjang dukungan itu positif untuk budaya, tidak jadi masalah,” katanya. Sebagaimana Syaiful, Soleh juga mengkhawatirkan politisasi organisasi etnis akan memecah belah masyarakat Sumsel. Karena itu, dia berharap para kandidat yang akan maju dalam pilkada tidak memolitisasi organisasi etnis. (uzair/dedy/dadang/sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan