Kendek (45), warga Desa Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menemukan sebuah bangunan yang menyerupai pagar, di dalam tanah. Bangunan tersebut ditemukan Kendek di pekarangan kosong, saat menggali tanah untuk urug bangunan rumah.
Penemuan bangunan mirip sebuah pagar di dalam tanah tersebut, sudah ditemukan sejak akhir September 2007 lalu. Namun baru diketahui publik lewat Humas Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/10/2007). Penemuan ini sendiri sudah dilaporkan ke Balai Arkeologi di Yogyakarta.
Di kedalaman sekitar 2,5 meter, terlihat bentuk bangunan dari bata merah, setinggi 1 meter dengan lebar 1 meter. Bangunan tersebut menyerupai sebuah pagar. Selain menemukan bangunan mirip pagar, Kendek juga menemukan 2 benda, berbentuk mirip tombak.
Saat menggali tanah dan menemukan bangunan tersebut, Kendek mengira hanya tumpukan bata merah biasa. Maklum saja, wilayah Kecamatan Trowulan, terkenal dengan produksi bata merah, selain kerajinan cor kuningan dan patung batu.
“Namun saat menggali lebih dalam, saya juga menemukan 2 benda, mirip tombak yang terpendam di atas bangunan pagar, bercampur dengan pecahan tanaman lempuyang,” kata Kendek, sembari terus bercerita sisi gaib ihwal penemuan tersebut.
Sejak kabar penemuan bangunan mirip pagar tersebut beredar, banyak warga yang datang ke lokasi, untuk melihat lebih dekat. Namun warga dilarang masuk ke dalam lokasi penggalian, karena dikhawatirkan malah merusak struktur tanah.
Dugaan bila bangunan tersebut merupakan pagar bekas peninggalan Kerajaan Majapahit, berdasarkan pada penemuan bangunan yang sama di Desa Petemon, tahun lalu. Desa Nglinguk juga hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari dua candi berbentuk joglo.
Kedua candi tersebut, yaitu Candi Bajang Ratu di Desa Kraton dan Candi Ringin Lawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. Kedua candi itu diduga sebagai pintu masuk ke pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, di bagian utara dan selatan.
Untuk mengetahu secara pasti bentuk bangunan, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) bersama Balai Arkeologi dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, akan menggali temuan tersebut, dengan membentuk tim gabungan. “Rencananya, awal bulan November mendatang sudah ada penggalian lanjutan,” kata Kepala Pusat Informasi Majapahit Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Aris Soviyani. (anggie /tamam/detik)
















Tinggalkan Balasan ke jurex_katroBatalkan balasan