Kendati menyumbangkan devisa besar bagi negara dari eksploitasi sumber daya alam, sarana transportasi antarprovinsi di Kalimantan tertinggal dibandingkan dengan di Pulau Sumatera dan Jawa.
Kesulitan ini dialami warga dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang hendak ke Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Tidak ada penerbangan langsung ke sana. Untuk ke Pontianak, terlebih dulu singgah di Jakarta atau Surabaya. Ini karena belum ada angkutan umum darat dari Kalteng ke Kalbar.
“Jalan trans-Kalimantan poros selatan menghubungkan Kalteng-Kalbar ditargetkan selesai tahun 2009,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kalteng Masduki, di Palangkaraya, Senin (22/10).
Lancarnya transportasi dari Kalteng ke Kalsel, kata Masduki, disebabkan lancarnya hubungan bisnis kedua daerah. Para pedagang Banjarmasin berniaga di Kalteng, demikian pula pengangkutan barang dari Kalteng banyak datang dari pelabuhan laut di Banjarmasin. Ini tidak terjadi antara Kalteng dan Kalbar.
Tidak adanya jalan darat yang layak dilalui menjadikan pengusaha angkutan belum mengajukan izin trayek dari Kalteng ke Kalbar. “Sebelum buka trayek, kami harus mendapat rekomendasi dinas PU, jalan di sana layak dilalui,” kata Masduki.
Saat ini Riau Air sedang menjajaki pembukaan rute udara Palangkaraya-Pangkalan Bun- Pontianak. “Kami belum tahu kapan ini terealisasi karena sekarang Riau Air sedang mengurus izinnya,” kata Kepala Subdinas Transportasi Udara Dinas Perhubungan dan telekomunikasi Kalteng Kasturi.
Kegiatan penerbangan di Kalimantan tidak setiap saat ada. Dari Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, dilaporkan sudah tidak ada penerbangan jurusan Banjarmasin-Sampit-PangkalanBun-Ketapang-Pontianak.
Dari Kalbar dilaporkan, Pemprov Kalbar kini menghadapi kesulitan menembus jalan trans-Kalimantan poros Selatan untuk menembus wilayah Kalteng. Ini karena ada wilayah yang harus melewati hutan produksi sepanjang 16 kilometer di Nanga Tanyap, Kabupaten Ketapang.
Adapun jalan poros selatan di wilayah Kalbar meliputi Pontianak-Tayan-Bekuak-Aur Kuning-Sandai-Nanga Tayap-Kalimantan Tengah. Dari 104 kilometer jarak Pontianak-Tayan, 71 kilometer di antaranya sudah diaspal. (CAS/WHY/FUL/kmps)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan