Provinsi Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan membutuhkan empat pelabuhan baru. Kurangnya jumlah pelabuhan menjadi penghambat kemajuan provinsi hasil pemekaran Provinsi Sumsel tahun 2000 itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bangka Belitung Yan Megawandi, Selasa (27/11), mengatakan, pelabuhan yang ada di Pangkalbalam dan Tanjung Pandan tidak bisa untuk berlabuh kapal berbobot di atas 3.500 ton karena dangkal. Saat ini, pelabuhan di Bangka Belitung yang layak hanya di Mentok, Sungai Selan, Sadai, Pangkalbalam, dan Belinyu.
“Kami membutuhkan lebih banyak pelabuhan karena transportasi dan pasokan barang sangat tergantung dari Jakarta dan Palembang. Apalagi setelah musibah Levina dan Tri Star,” kata Yan Megawandi.
Yan mengatakan bahwa pembangunan pelabuhan baru diperlukan agar Karimata Zone, yang merupakan kerja sama antarwilayah, yaitu Kalimantan Barat, Jambi, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung, segera terwujud. (WAD/sripo)


















Tinggalkan Balasan