infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Petani Ikan Patin Terusik Kemarau

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Selama periode musim kemarau, para petani ikan patin dalam keramba di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Kayu Agung mengalami kerugian yang relatif besar. Kondisi tersebut terjadi karena ikan peliharaan mereka mati setelah air di dalam keramba menyusut.

Menurut Darnawi (45), ketua kelompok petani ikan di Desa Air Batu, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/10), selama musim kemarau kemarin, produktivitas keramba dan kolam ikannya menurun. Dia menjelaskan, dalam sebulan hasil panenan ikan patin yang biasanya mencapai sekitar dua kuintal dari empat keramba dan tiga kolam miliknya kini kurang dari satu kuintal.

“Selama kemarau yang berlangsung sekitar enam bulan, hasil panen tidak pernah lebih dari satu kuintal per bulannya. Surutnya air sungai membuat banyak ikan-ikan yang mati. Kalaupun hidup, hasilnya tidak bisa maksimal,” kata Darnawi. Ditambahkan, ikan-ikan patin itu biasanya dijual ke Kota Palembang konsumsi masyarakat ataupun kepada pengusaha rumah makan.

Dia juga menjelaskan, kurang baiknya kualitas ikan patin menyebabkan harga jual pun anjlok. Dalam sebulan terakhir, misalnya, harga ikan patin menurun sekitar Rp 1.000 per kilogram. Jika bulan lalu harga jual ikan patin dari petani ke pengepul masih mencapai Rp 8.500 per kilogram, saat ini Rp 7.500 per kilogramnya.

“Selain masalah kurang besarnya ukuran ikan, petani juga dihadapkan pada persoalan mahalnya harga pakan. Saat ini, harga pakan mencapai Rp 180.000 per sak ukuran 50 kilogram, atau naik dari sebelumnya Rp 175.000. Kenaikan harga sudah berlangsung selama dua pekan dan terus naik sedikit demi sedikit, seiring makin makin meningkatkan permintaan dari petani,” kata dia.

Menurut Darnawi, kenaikan harga pakan yang tak diimbangi dengan kenaikan harga jual membuat petani merugi. Selain petani patin, saat ini petani lele di desanya juga mengalami masalah yang sama, yakni produktivitas menurun, harga pakan melonjak, sedangkan harga jualnya relatif menurun.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumsel Lukman Nulhakim mengatakan, pihaknya masih perlu merekapitulasi jumlah kerugian yang diderita petani. Pada prinsipnya, sangat memungkinkan jika musim kemarau menyebabkan turunnya produktivitas petani ikan. (ONI/kmps)

•••

88 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

One response to “Petani Ikan Patin Terusik Kemarau”

  1. Avatar annike lutfianti

    Ingin produk pelet organic. dapat mempercepat panen, bobot lebih besar!!!hubungi KKP.
    Telp : 087839090078 (no sms)

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca