Tingginya harga emas (logam mulia), berkisar Rp 1,34 juta sampai Rp 1,37 juta per suku, tidak mengendurkan minat masyarakat untuk membeli. Menghadapi raya Idul Fitri kurang dari sepuluh hari lagi, permintaan akan perhiasan emas naik antara 2-5 persen. Pantauan di pusat penjualan logam mulai di Jalan Rustam Effendi, Senin (1/10), sedikit lebih ramai dibandingkan pada minggu pertama dan kedua bulan Ramandhan. Sedangkan harga emas per suku masih tetap antara Rp 1,34 juta sampai Rp 1,37 juta. Dan
diperkirakan permintaan akan terus naik seiring mendekati lebaran.
Meski permintaan mengalami kenaikan, tetapi bila dibandingkan tahun penjualan masih terbilang rendah. Hal tersebut dikatakan Aming pemilik toko emas Alam Emas. Menurutnya, menghadapi lebaran tahun lalu penjualan mengalami kenaikan antara 15-20 persen, tingginya kenaikan itu didukung karena harga emas pada saat itu masih
jauh lebih murah dibandingkan tahun ini.
“Paling tinggi kalau ada kenaikan permintaan antara 5-8 persen. Harga emas, mas tahu sendiri tinggi,” tutur Aming, Senin (1/10).
Pemilik Toko Emas Sabang yang enggan disebutkan namanya mengatakan harga emas berkisar Rp 1,37 juta per suku. Harga itu sudah termasuk upah. Jika harga sebelum upah antara Rp 1,27 jutaan, tergantung dari model alias motifnya. Semakin sulit motifnya harganya pun semakin mahal. Jika cincin polos harga per suku-nya hanya Rp 1,37 juta.
Sementara itu, menurut Aming, walau permintaan tinggi harga emas tidak mengalami kenaikan, harga disesuaikan dengan harga emas dunia. Sementara di Toko Emas Berlian Indah harga emas berkisar Rp 1,36 juta hingga Rp 1,37 juta.
Sedangkan di Toko Emas Anda yang berada di Jalan Rustam Effendi harga emas 24 karat (1 suku) sama dengan beberapa toko emas di Jalan Beringin Janggut yakni Rp 1,37 jutaan.
“Kalau harga beli jauh lebih murah ketimbang harga jual,” tegas Aming. Imitasi Bukan saja emas 24 karat yang mengalami peningkatan penjualan, emas 18 dan 22 karat pun laris manis. Setidaknya di sekitar Pasar 16 Ilir toko-toko emas ramai dikunjungi pembeli, harga per gram emas 22 karat antara Rp 120.000.
Toko-toko yang menjual imitasi pun ramai, karena aksesori imitasi menjadi pilihan masyarakat untuk tampil cantik di hari lebaran ini. Toko jauh lebih ramai dibandingkan toko emas. Bukan itu saja, tukang sepuh emas juga kebanjiran konsumen, bahkan pendapatan mereka meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa. “Biasa
memasuki lebaran, ibu-ibu yang menyepuh aksesori imitasi dengan sepuh emas banyak sekali,” tegas Udin tukang sepuh emas. (sripo/infokito)




















Tinggalkan Balasan ke indriatiBatalkan balasan