Kerusuhan di Pakistan dan ketidakpastian ketersediaan minyak dunia membuat harga emas membubung tinggi. Pada perdagangan Kamis (3/1) harga emas mencapai titik tertinggi selama 28 tahun terakhir.
Harga logam mulia itu meningkat 859,20 dolar AS per ons, melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai, 850 dolar AS per ons pada 21 Januari 1980. Namun kemudian harga mebali turun menjadi 857,75 dolar AS per ons dengan adanya aksi ambil untung (profit taking).
Namun, sementara analis beranggapan, perubahan harga itu terlalu berlebihan karena terjadi setelah liburan akhir tahun. Artinya, kata analis, terdapat transaksi besar yang memengaruhi pasar.
”Pergerakan harga emas juga terkait dengan adanya peristiwa di Pakistan dan membuat investor khawatir dengan kondisi pasar,” kata analis dari Kitco Bullion Dealer, Jon Nadler. Menurutnya, peningkatan harga minyak yang tajam dan melemahnya nilai tukar dolar AS menambah percepatan kenaikan harga minyak.
Ketidakpastian politik di Pakistan menimbulkan minat pembelian emas. Pasalnya logam berharga ini memiliki nilai yang tidak lekang oleh zaman. Hal ini juga dikarenakan tingkat inflasi yang tinggi, ditandai dengan lonjakan harga minyak dan revolusi Irak.
”Emas meroket sebagai reaksi terhadap kejahatan di Pakistan,” kata James Moore. Harga minyak juga didorong dengan pelemahan dolar AS. Menurut broker, dolar AS kembali melemah karena adanya pelemahan sektor manufaktur di AS.
Kemerosotan kondisi perekonomian di AS mendorong pertambahan permintaan komoditi yang berbasis dolar AS, seperti emas. Pasalnya, akan lebih memudahkan pembeli dalam melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang yang lebih kuat. Lonjakan harga minyak juga mendorong pembelian emas. Kenaikan harga emas juga dikarenakan adanya peningkatan pembelian perhiasan di Cina dan India.
Harga logam lainnya juga mengalami kenaikan. Platina dan perak mencapai titik tertinggi sejak pertengahan November lalu. Harga platina meningkat dari 1.538/1.543 dolar AS pada perdagangan kemarin dan ditutup pada harga 1.520/1.525 dolar AS. Sempat mencapai titik tertinggi pada 1.544 ketika palladium (perak) naik menjadi 371/374 dolar AS per ons.
Untuk pendistribusian bulan Februari, harga emas naik 2,6 persen atau 22 dolar AS menjadi 860 dolar AS per ons. Sementara transaksi tertinggi 864,90 dolar AS per ons di divisi logam (COMEX) dalam perdagangan New York Mercantile Exchange.
”Tidak mengejutkan karena emas adalah instrumen investasi yang aman. Ini merefleksikan fakta bahwa ada aversi pasar di tahun baru. Saat ini pasar menunggu kejelasan perekonomian AS,” kata Phylis Papadavid, seorang ahli perdagangan komoditas.
Harga emas ini membuat bursa Amerika turun dua persen setelah data manufaktur AS menyiratkan penyusutan. Hal ini memperkuat kemungkinan adanya resesi ekonomi AS. Pada 2007 emas memberikan keuntungan lebih dari 30 persen, terbesar sejak 1979. (ap/afp/ria/republika)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan