Pembina Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia, H Sudanang Danajaya mengatakan bisnis telekomunikasi seluler beberapa tahun ke depan masih tetap menjanjikan. Namun, untuk tetap bertahan di tengah persaingan, pemilik mampu menciptakan suasana yang menarik agar pelanggan tidak lari. Menurutnya, hingga 10 tahun mendatang bisnis seluler di Indonesia masih cukup menjanjikan, begitu pula di Palembang.
Jumlah penduduk yang belum memiliki ponsel masih banyak, ditambah lagi banyaknya perusahan seluler berbasis teknologi CDMA yang mulai masuk ke daerah-daerah. “Rata-rata orang sekarang memiliki ponsel dua buah. Satu GSM dan satu lagi CDMA. Ponsel juga bukan sekadar untuk gaya-gayaan tapi sudah menjadi kebutuhan. Orang beli pulsa sekarang sama dengan membeli makanan,” ungkap Sudanang ditemui di
Graha Cerdas, Selasa (4/9). Sudanang mengatakan yang menggunakan ponsel juga tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak sekolah dasar pun telah memakainya.
Peluang bisnis ini sangat terbuka lebar, tak hanya ponsel baru/second juga penjualan pulsa dan aksesoris, ringtone, servis ponsel pun demikian. Bahkan, pertumbuhan konter-konter ponsel sangat cepat dibanding warung-warung yang menjajakan makanan. Untuk bertahan di tengah persaingan yang sangat ketat, pemilik konter ponsel harus mampu menciptakan hal-hal yang baru yang membuat pelanggan maupun calon pelanggan tertarik.
Sudanang mencontohkan pemilik harus menyediakan hadiah untuk pembeli,
penampilan konter harus menarik dari konterkonter lainnya. Untuk memulai bisnis konter/pulsa tidak lah sulit cukup dengan modal Rp 300 ribu sudah dapat berbisnis pulsa terutama pulsa elektrik. Sedangkan untuk bisnis ponsel second dengan modal Rp 5 juta. (sep) [harian Sripo/infokito]




















Tinggalkan Balasan