Agustus 2007 dilakukan penggalian parit di Haram as-Syarif, Palestina. Pemimpin Islam di Haram as-Syarif mengatakan penggalian parit yang telah selesai akhir Agustus 2007 itu untuk memindahkan kabel listrik yang telah berusia 40 tahun. Tapi, arkeolog Israel menuduh penggalian parit itu untuk menghancurkan dinding kuil kedua milik Yahudi. Menurut arkeolog Israel itu, traktor menggali parit sedalam 1 meter dan selebar 6 meter.
Haram as-Syarif merupakan lokasi Masjid al-Aqsa dan Kubah Batu (Qubbatush Shakhrah, Dome of the Rock). Lokasi masjid ini semula adalah lokasi kuil Yahudi, yang kini tertimbun dibawah masjid itu.
Kuil kedua Yahudi itu dibangun pada 515 sebelum Masehi. Tetapi, Romawi kemudian menghancurkannya pada 70 Masehi. Pada 865 Masehi (66 Hijriyah), Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Bani Umayyah mulai membangun Masjidil Aqsa dan selesai pada 811 M (73 H). Pada waktu yang yang sama, ia juga membangun Masjid Kubah Batu.
Pengertian Masjid al-Aqsa yang dibangun Khalifah Abdul Malik bin Marwan ini berbeda dengan pengertian Masjidil Aqsa di masa Nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj. Di masa itu, Masjidil Aqsa meliputi kawasan seluruh Haram as-Syarif.
Kubah Batu yang selesai dibangun pada 72 H (810 M) dibangun di tengah-tengah kompleks Haram as-Syarif. Inilah bangunan yang berkubah warna emas, yang sering disangka orang sebagai Masjidal-Aqsa. Sedangkan Masjid al-Aqsa dibangun dibangun di sisi tenggara Haram as-Syarif, menghadap ke Makkah (kiblat), berkubah warna biru.
Kubah Batu memiliki tinggi keseluruhan mencapai 39,3 meter. Ada tiga tingkat. Tingkat pertama dan kedua setinggi 35,3 meter. Ruang di dalam terdiri dari tiga koridor yang mengelilingi batu. Koridor terdalam adalah koridor thawaf yang langsung mengelilingi batu itu, seperti tempat thawaf di Masjid Haram. Kubah Batu dibangun untuk menaungi batu yang berukuran 16,8 x 12,6 meter.
Di bawah batu ini ada gua berukuran 4,5 x 4,5 meter sedalam 1,5 meter. Di atap gua ada lubang seluas 1 meter persegi untuk melihat batu itu bari sisi bawah. Batu ini dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad berpijak sebelum melesat ke Sidratul Muntaha pada 621 M. Batu ini, sebagaimana batu hajar aswad, dipercaya berasal dari surga dengan jarak waktu turun 40 tahun setelah hajar aswad.
Selama 13 tahun Nabi berdakwah di Makkah, Masjidil Aqsa merupakan kiblat shalat kaum Muslim. Tujuh belas bulan setelah hijrah di madinah, kiblat diganti ke Ka’bah.
Masjid al-Aqsa yang dibangun Khalifah Abdul Malik bin Marwan itu,pada 12 Agustus 1969 dibakar. Pembakaran itu menghanguskan pula mimbar kuno yang diberi nama Shalahuddin al-Ayubi. Raja Yordania kemudian membuatkan mimbar baru, yang didatangkan dari Jepara, Indonesia. Aksi pembakaran ini mendorong terbentuknya Organisasi Konferensi Islam (OKI). (pry/livescience/republika)










![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan