Sudah beberapa bulan Waroeng Legenda yang sempat menjadi ikon kota Palembang tak lagi menawarkan menu sedap masakannya. Waroeng tersebut terapung-apung di Sungai Musi tanpa aktivitas. Akankah Waroeng Legenda tinggal Legenda?
Nama Waroeng Legenda meroket sekitar tahun 2008. Ketika itu Palembang sedang gencar-gencarnya melaksanakan program Visit Musi 2008. Orang begitu senang mencoba menyantap makanan di rumah makan terapung itu sambil diayun-ayun ombak sungai Musi.
Waroeng Legenda mempunyai kapasitas 200 pengunjung saat ini terdiam membisu sejak Oktober 2009. Warung terlihat kumuh, banyak ditempeli enceng gondok. Dari lima rakit yang menjadi tempat berdirinya Waroeng Legenda, dua unit rakit yang merupakan tempat berlangsungnya pentas kesenian sangat tak terawat, kaca jendela pecah, pintu masuk yang hancur dan lepas. Hanya telihat warga yang sedang memancing di atas Waroeng tersebut. Demikian seperti diberitakan oleh harian Sriwijaya Post.
Andika, (23) yang setiap hari memancing di lokasi ini turut menyesalkan dengan kondisi waroeng yang hanya terapung dan tak terawat sampai saat ini. “Kalau biso diurusi lagi, dan juga diperbaiki, sayang jingokla cak ini,” jelas Andika kepada harian Sripo.
Waroeng yang dulunya salah satu tempat wisata kuliner yang menyajikan menu makanan khas Palembang ini selalu bersinar di malam hari. Waroeng ini juga dulunya menjadi salah satu tujuan para warga Palembang maupun wisatawan asing yang ingin makan dan menikmati keindahan sungai Musi secara langsung. Waroeng ini merupakan salah satu aset peninggalan karena strukturnya berupa Rumah Rakit khas Kota Palembang yang masih menjadi kebanggaan sampai saat ini.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs Habson MM yang dihubungi mengatakan Waroeng Legenda memang sedang tahap perbaikan. Aset kota Palembang itu direnovasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. “Tinggal penyerahan berita acara dari kontraktor ke Dinas Pariwisata,” katanya.
Selanjutnya, Pemkot akan memutuskan nasib dari Waroeng Legenda. “Termasuk posisinya tetap di SU I atau dipindahkan dan siapa yang bakal mengelolanya. Kita belum tahu,” ujar Habson. (mg7/sripo)


















Tinggalkan Balasan ke SAUT BOANGMANALUBatalkan balasan