Keberadaan Waroeng Legenda yang di sungai Musi, Palembang, benar-benar mendatangkan persoalan. Bila sebelumnya banyak pengunjung rumah makan terapung itu protes lantaran harga makanan yang dijual relatif tinggi, kini giliran puluhan penarik perahu ketek yang protes.
Bukan apa-apa, warung yang sering dikunjungi tamu-tamu pemerintah Palembang itu menggusur pangkalan penarik perahu ketek, di Dermaga Plasa Benteng Kuto Besak, Palembang Ilir.
“Kami disuruh pindah dari pangkalan ini, sebab Waroeng Legenda itu dipindahkan ke lokasi tempat kami mangkal,” kata Budiman (23), warga 5 Ulu, yang menarik perahu ketek sudah 7 tahun.
“Kami disuruh pindah ke pangkalan Pasar 16 Ilir. Jelas, pendapatan kami menjadi berkurang. Pangkalan 16 Ilir sudah ada 30-an perahu ketek. Kalau kami bergabung ke sana, pusing juga cari rezeki. Bisa tidak makan kami,” lanjutnya.
Selain Budiman, keluhan juga dikatakan sekitar 20 penarik perahu ketek yang biasa mangkal di Dermaga Plasa Benteng Kuto Besak, Palembang Ilir. “Kami ini benar-benar menjadi korban pemerintah. Benar informasi itu, kami akan digusur dari sungai Musi,” kata Arpansyah (37), warga 7 Ulu.
Pemidahan Waroeng Legenda itu, menurut Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Palembang, Apriadi S Busrie, lantaran adanya pembangunan turap di lokasi lama Waroeng Legenda, yakni di tepian sungai Musi, 7 Ulu. Kini, Waroeng Legenda dipindahkan ke tepian sungai Musi, bagian Ilir, tepatnya di dekat Dermaga Plasa Benteng Kuto Besak.
“Waroeng Legenda memang sementara waktu dipindahkan ke Ilir, karena ada pembangunan turap di sana. Namun tidak berapa lama, paling lama hingga awal tahun depan. Bukan pengusiran perahu ketek,” kata Apriadi, saat di konfirmasi wartawan Sabtu (20/10/2007).
Meskipun sebentar, kata Budiman, itu tetap menyusahkan mereka. “Ya, mereka bilang hanya sekian bulan, tapi sekian bulan itu kami sulit makan. Coba mereka merasakan hidup seperti kami, pasti marah. Jadi, sebaiknya para pemborong turap itu harus memberi kompensasi buat kami,” kata Budiman.
Sementara di wilayah daratan 7 Ulu, tepatnya di belakang Waroeng Legenda, akan dibangun sebuah hotel berbintang lima. Hotel ini dikabarkan milik seorang artis atau penghibur di Jakarta yang berasal dari Palembang. (tw/bal/detik)
›related topik‹
Warung Legenda Dipindah


















Tinggalkan Balasan