Bocah berusia delapan tahun, Mona al-Ashkar, sama sekali belum menyadari bahwa kepulan asap yang berembus ke arahnya itu bakal membuat kaki kirinya buntung. Ketika sebuah mortir menghantam gedung Sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa di Beit Lahiya, Mona yang mengungsi di sana cuma mendengar suara dentuman, getaran, dan jerit suara panik.
Lalu, setelah asap mengepul, sekonyong-konyong Mona merasakan kakinya nyeri luar biasa! Ketika itulah Mona baru
menyadari kaki kirinya putus. Para dokter di Rumah Sakit Al-Shifa yang merawat Mona, satu di antara 5.500 pasien luka-luka yang dirawat di sana, tak mendapati satu pun serpihan mortir pada bagian kakinya yang masih tersisa.
“Kelihatannya seperti diiris dengan pisau,” ujar Dr Sobhi Skaik. “Apa yang sesungguhnya terjadi amatlah mengerikan,” kata dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Al-Shifa. Ia menduga serdadu Israel memakai senjata rahasia.
Gara-gara itu sejumlah organisasi penggiat hak asasi manusia internasional menuding Israel melakukan kejahatan perang.
“Israel memakai senjata fosfor putih,” tutur peneliti di Amnesty International, Donatella Rovera, sebagaimana dikutip Inter Press Service. Militer negara Yahudi itu diduga tak cuma memakai fosfor putih, tapi juga sejumlah senjata pamungkas lainnya yang terlarang: bom curah dan peluru berkepala depleted uranium. Sejumlah lembaga hak asasi meminta Israel diselidiki.
Badan Tenaga Atom Internasional kemarin mengatakan bakal menggelar sebuah investigasi ke Israel. “Kami akan
menyurati lebih dulu negaranegara anggota baru setelah itu menggelar investigasi sesuai dengan kemampuan kami,”
ujar juru bicara Badan Tenaga Atom, Melissa Fleming. Sejumlah negara di Jazirah Arab juga telah menyurati badan tersebut.
Adapun Israel telah menepis semua tuduhan itu. “Kami menyangkal semua tuduhan itu,” kata juru bicara Menteri Luar Negeri Israel, Yigal Palmor.
“Semua (tuduhan) itu tak lebih dari sekadar propaganda anti-Israel.” Kata Palmor, pemerintah Israel juga telah menggelar investigasi guna membuktikan bahwa negeri Yahudi itu tidak memakai senjata terlarang.
Palmor pun merujuk pada tuduhan pemakaian depleted uranium manakala Israel menyerang Libanon pada 2006.
“Hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa tak membuktikan bahwa kami memakai depleted uranium,” ujarnya.
“Haruskah para penyelidik PBB itu datang lagi ke sini? Mereka pasti akan mendapatkan hasil yang sama (seperti
2006).” ● AP | AFP | AL JAZEERA | HA’RETZ | ANDREE PRIYANTO
****Koran Tempo, Jumat – 23 Januari 2009









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan