Bismillah …
“Bagi tiap-tiap umat telah kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah : “Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan. Allah akan mengadili diantara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.” (Al Quran Surat Al-Hajj : 67 – 69)
Segala puji bagi Allah … Aku bersaksi bahwasanya tiada yang berhak untuk disembah dengan benar melainkan Allah tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan, pilihan serta kekasih-Nya.
Marilah kita bersama memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk fitnah, berlindunglah kepada Allah dari fitnah yang merusak agama ini, merusak pikiran, badan serta merusak segala bentuk kebaikan, berlindunglah kepada Allah dari itu semua, karena tidak ada kebaikan di dalam fitnah itu selamanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sering berlindung kepada Allah dari fitnah tersebut dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memperingatkan darinya.
Oleh karena itulah ketika Bukhari –rahimahullah- menyebutkan di dalam Shahihnya kitab Al-Fitan beliau memulainya dengan perkataan firman Allah Ta’ala, “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja diantara kamu .” (Surat Al-Anfal : 25). Dan dahulu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa Sallam- memperingatkan dari fitnah itu.
Fitnah itu apabila telah datang tidaklah akan menimpa orang yang zhalim saja akan tetapi akan menimpa semuanya, dan tidak akan meninggalkan perkataan orang yang berkata. Maka wajib bagi kita untuk berhati–hati dari fitnah sebelum terjerumus ke dalamnya, serta menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari setiap hal yang mendekatkan kepada fitnah, karena termasuk tanda-tanda akhir zaman adalah banyaknya fitnah, sebagaimana yang telah tersebut didalam hadits shohih bahwasanya Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa Sallam- pernah bersabda : “Tanda–tanda akhir zaman adalah cepatnya waktu, sedikitnya amal, meratanya kebakhilan, banyaknya atau nampaknya fitnah”. Karena fitnah itu apabila telah tampak maka akan selalu mengiringinya kerusakan yang mendekatkan kepada hari kiamat.
Termasuk dari kasih-sayangnya Nabiyullah -Shallallahu ‘alaihi wa Sallam- kepada kita adalah peringatan beliau untuk kita berhati-hati dari terjerumus ke dalam segala bentuk fitnah.
Sesungguhnya fitnah apabila tidak diperhatikan keadaan serta tidak dilihat akibatnya maka akan berakhir dengan kejelekan, hal ini jika ahli ilmu tidak memperhatikan perkara-perkara baru yang timbul atau fitnah yang tampak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.
Ketentuan-ketentuan (Dhowabith) dan kaidah-kaidah haruslah diperhatikan, karena dengan itulah seseorang akan terjaga dari kekeliruan. Jika kita mengambil ketentuan-ketentuan syariat serta kaidah-kaidah tersebut dan kita pegang teguh maka akan kita hasilkan banyak sekali kebaikan dan kita tak akan menyesal selamanya –insya Allah-.
Dhobith (ketentuan) di dalam suatu masalah itu adalah apa-apa yang dengannya kita mengetahui bagaimana menghukumi masalah-masalah pada suatu bab dan kepadanyalah dikembalikan permasalahan-permasalahan pada tersebut. Adapun kaidah itu adalah perkara menyeluruh yang merujuk kepadanya masalah-masalah pada bab-bab yang berbeda.
Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mengambil ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah yang dipakai Ahlu sunnah wal jama’ah.
Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pernah bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Rasyidin setelahku, pegang dan gigit dengan gigi-gigi geraham.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4607), Tirmidzi (2676), dan Ahmad 4/126-127 dan Ibnu Majah(43,44)).
Sungguh para Shahabat telah melihat perselisihan tersebut dan tidaklah mereka itu selamat melainkan karena berpegang teguh dengan kaidah-kaidah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Khulafa’ Rasyidin setelahnya.*[infokito]
Wallahua’lam
Wabillahi taufik wal hidayah
***Disadur dari sebuah naskah ceramah Syaikh Sholeh bin Abdil ‘Aziz Ali Asy-Syaikh pada Rabi’uts Tsani 1411 H dan dialihbahasakan oleh Ustadz Abu Abdurrahman Thayib, Lc dengan perubahan seperlunya









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan