Untuk pertama kali pihak Katolik Roma di Vatikan jujur mengakui perihal jemaatnya. Maret lalu, secara resmi, Vatikan menyampaikan jumlah jemaatnya di seluruh dumia terus merosot dan digeser Islam.
Pengakuan ini dikeluarkan oleh Vatikan dan dimuat koran L’Osservatore Romano. Menurut Vatikan, 19,2 persen penduduk dunia kini telah rnemeluk agama Islam dan 17,4 persen agama Katolik.
Karena itu, Vatikan menilai, posisi nomor satu yang dulu dipegang oleh umat Katolik merosot dan kini digantikan Islam. Selain itu kata Vatikan, keluarga Muslim terus memiliki banyak anak sedang keluarga Katolik tidak.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami tidak lagi di atas: orang Muslim sudah mendahului kami,” ujar Monsignor Vittorio Formenti, sebagaimana dikutip koran Inggris, the Guardian.
Dengan menggunakan prosentase penduduk dunia tahun 2006 dimana sebanyak sekitar 6,5 miliar orang, maka orang Muslim sudah akan mencapai di atas 1,25 miliar, orang Katolik 1,13 miliar dan semua orang Kristen 2,15 miliar.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People dan the
Press and the Pew Forum on Religion and Public Life bulan lalu menyebutkan mengagetkan. Dimana ditemukan, seperempat dari total 70 juta populasi warga AS yang Katolik sebagian sudah jarang ke gereja. Bahkan jemaat Katolik pun juga tak kenal siapa pemimpin mereka, Paus Benedictus XVI.
Hasil penelitian menyebutkan, 3 dari 10 warga AS mengatakan, mereka tidak cukup tahu siapa Paus Benedictus XVI. Sedangkan, 8 dari 10 orang mengatakan, mereka hanya pernah mendengar sedikit nama Paus.
“Jika anda menghentikan rata-rata orang di jalan dan meminta pendapat mereka apa mereka mengenal Paus Benedict XVI, saya mencurigai mereka akan mengatakan pada Anda, well, dia nampak lebih baik dibanding apa yang banyak dikatakan orang ketika dia dipilih,” kata John Allen koresponden koran National Catholic, Vatikan.
Hasil penelitian bisa diakses di:
http://people-press.org/reports atau http://pewresearch.org. *** [cholis/infokito]


















Tinggalkan Balasan ke FXBatalkan balasan