Hujan Deras Yang membasahi Kabupaten OKU Selatan, Senin ( 17/3) dari siang sampai malam hari, mengakibatkan banjir, longsor, jembatan roboh, dan jalan Muaradua-Banding Agung putus.
Akses jalan dari Muaradua menuju Banding Agung tertutup longsor, sehingga melumpuhkan arus lalu lintas di jalan tersebut, sekitar 15 jam yakni sejak Senin pukul 23.00, sampai keesokan harinya pukul 15.00.
Longsoran di jalan provinsi itu bisa disingkirkan setelah aparat kepolisian, Pol PP dan warga serta dibantu alat berat bekerja bahu membahu. Dalam kesempatan itu hadir juga Wakil Bupati OKU Selatan Wancik Rasyid. Bahkan Wancik menetapkan menetapkan tanggap darurat dan menuju siaga satu bencana di wilayah tersebut. Wancik mengaku sudah melapor ke Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM, mengingat jalan antara Muaradua dan Banding Agung adalah jalan provinsi.
Pantauan Sripo di lapangan, hujan deras mengakibatkan terjadinya banjir di desa Tanjung Mas, Kecamatan Buay Pemacah. Banjir sempat membuat warga mengungsi ke desa sebelah.
Jalan provinsi yang melintas dari Kota Muaradua menuju kecamatan Banding Agung serta menuju ke Provinsi Lampung nyaris putus akibat pangkal jembatan rusak dan bergeser 30 centimeter kesebelah kanan jembatan. Jika hujan tak berhenti dikhawatirkan jembatan tersebut benar benar ambruk terbawa arus sungai beserta kayu-kayu besar dipinggir sungai yang tergerus banjir.
Ruas jalan di desa Talang Karya digenangi lumpur setinggi dada orang dewasa akibat tanah longsor di KM 26. Akibat tanah longsor di jalan ini mengakibatkan dua mobil masing-masing, Innova dan Opel Blazer mengalami kecelakaan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.
Polisi dibantu Pol PP segera menuju lokasi dan untuk menyelamatkan penumpang dan mobil. Aparat juga dilengkapi alat berat untuk membersihkan longsoran.
Hujan tak hanya terjadi di Kecamatan Buay Rawan yang mengakibatkan akses jalan dari kota Muaradua menuju ke Banding Agung terputus. Meskipun tak berlangsung lama dan lansung surut, Desa Tanjung Emas Kecamatan Buay Pemacah juga ikut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Akibat banjir sampah-sampah berserakan dan memasuki rumah warga. Terlihat warga harus bersusah payah membersihkan rumah mereka yang dimasuki lumpur dan sampah.
(stc/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan