Aksi kawanan bandit yang kerap beroperasi di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di sekitar Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, hingga Kecamatan Rawas Ulu, mesti diwaspadai. Meski beberapa di antara mereka telah banyak yang tewas diterjang timah panas polisi namun tak membuat jera.
Pada 2008 ini saja sudah lima bandit Jalinsum tewas ditembak polisi. Yang terakhir adalah Torik (32), warga Desa Babat Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas. Torik ditembak mati, Sabtu (15/3) sekitar pukul 06.45 lalu, saat akan beroperasi dengan kawannya di sekitar Jalinsum Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit.
Kapolres Musirawas AKBP Drs M Abdul Kadir, melalui Kasat Reskrim AKP FX Winardi Prabowo didampingi KBO Reskrim Ipda Horison Manik, Sabtu (15/3) menjelaskan kawanan bandit Jalinsum tak pandang bulu dalam beraksi.
Sasaran mereka bisa siapa saja, terutama pengendara yang tengah melintas. Bus, truk pengangkut barang, mobil pribadi dan sepeda motor, adalah sasaran mereka. Tak hanya itu, bahkan anggota polisi pun tak luput dari keganasan mereka.
“Awal bulan lalu, anggota kami yang tengah melintas berboncengan sepeda motor dengan isterinya jadi korban. Meski sudah memberitahukan identitasnya sebagai polisi namun tak digubris. Motornya malah dirampas. Jika korban melawan mereka tak segan-segan melukai, seperti yang dialami seorang kepala sekolah karena melawan saat hendak dirampok, tangannya ditebas pakai senjata tajam dan jari-jarinya putus,” kata AKP Winardi.
Dijelaskan, kawanan bandit Jalinsum terdiri dari beberapa kelompok. Modusnya pun beragam. Kelompok yang beraksi di sekitar Kecamatan Rupit hingga Kecamatan Rawas Ulu menggunakan modus ranjau yang terbuat dari pipa besi kecil.
Pipa runcing yang tengahnya berlubang kira-kira sebesar paku itu biasanya dipasang di pelepah pisang, atau buah-buahan yang dibelah, kemudian diletakkan di jalan raya. Roda kendaraan yang terkena ranjau paku tersebut, seketika kempes. Ketika laju kendaraan terhenti karena ban pecah kawanan bandit pun langsung beraksi. Mereka memreteli harta benda korbannya. Sasaran modus ranjau paku ini biasanya kendaraan roda empat.
“Kejadian terakhir penggembosan empat mobil pribadi di sekitar Kecamatan Rawas Ulu Jumat (14/5) lalu. Namun dapat dicegah oleh polisi yang mengawal saat ganti ban,”ujar AKP Winardi.
Sementara, kelompok yang beraksi di sekitar Kecamatan Karang Jaya sampai Kecamatan Rupit kebanyakan sasarannya adalah kendaraan roda dua. Modus yang digunakan adalah ranjau tali, yang dibentangkan di jalan. Saat pengendara melintas, bandit yang sembunyi di kanan kiri jalan menarik tali sehingga pengendara terjungkal.
Modus lainnya adalah memepet pengendara motor, dan mengancam dengan senjata. Jika pengendara tak berhenti langsung dilukai dan motornya dirampas. (zie/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan