Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya (Unsri) berencana menggelar debat terbuka calon wali kota (cawako) Palembang. Dana pelaksanaan acara ini sudah diajukan ke salah satu fundingdi Jakarta. PPs berharap acara ini dapat terlaksana pada April atau sebelum memasuki masa kampanye Pilkada Kota Palembang.
Ketua Program Studi Ilmu Hukum PPs Unsri Amzulian Rifai optimistis acara debat terbuka cawako-wawako ini dihadiri pasangan cawako-wawako yang akan bersaing dalam ajang Pilkada Palembang 7 Juni mendatang.
”Tapi, saya kira pasangan calon yang tak hadir akan rugi karena debat terbuka ini mampu menaikkan ratingpasangan calon itu sendiri,” kata Amzulian di Palembang, Minggu kemarin.
Bagi pasangan calon, khususnya incumbent, kata Amzulian, pada acara debat terbuka itu bisa menjadi kesempatan menampilkan hal-hal positif yang dilakukannya saat memimpin. Menurut dia, dalam debat ini ada mekanisme yang jelas, seperti audience yang dibatasi dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Jumlahnya diperkirakan maksimal 400 orang. Topik debat tersebut juga terarah, meski kandidat boleh bicara apapun tentang program yang akan diusungnya. Pemilihan waktu sebelum memasuki tahapan kampanye, menurut Amzulian,dilakukan dengan pertimbangan, pada masa kampanye setiap pasangan calon akan disibukkan dengan pencalonannya.
”Penyelenggaranya kan akademisi, jadi terlepas dari kepentingan salah satu pasangan calon. Selain itu, debat ini penting karena tipikal masyarakat kita yang verbal yang lebih dapat menerima penyampaian program melalui lisan,” ungkap Amzulian.
Pihak KPUD Palembang juga sempat menyatakan siap memfasilitasi acara serupa. Namun, KPUD meminta acara debat ini dilakukan saat memasuki tahapan kampanye. Sebab, KPUD menilai acara debat antarcalon ini masuk kategori bentuk kampanye.
”KPUD Kota Palembang siap fasilitasi dan jadwalkan debat visi dan misi kandidat calon, sehingga kemampuan calon dapat dinilai masyarakat secara langsung,” kata Ketua KPUD Palembang Kms Khoirul Mukhlis.
Menurut Mukhlis, debat publik dinilai sangat penting demi terpilihnya calon kepala daerah yang kapabel. ”Melalui debat publik ini, masyarakat dapat menilai seluas mungkin program-program yang ditawarkan para calon kepala daerah itu,” katanya.
Bakal calon wali kota (balonwako) Palembang dari Partai Golkar M Yansuri mengaku siap jika digelar debat terbuka antarcalon dan masyarakat yang akan diselenggarakan PPs Unsri tersebut.
Menurut dia, tidak ada masalah dengan pelaksanaan debat tersebut. Sebab, melalui acara itu, masyarakat dapat menilai secara langsung program-program yang didukung pasangan ini.
Ketua DPRD Kota Palembang yang dalam Pilkada Palembang nanti akan berpasangan dengan balon wakil wali kota (balonwawako) dari PAN Sunnah NBU itu menandaskan, pihaknya akan mengedepankan program ekonomi masyarakat dalam kampanye pencalonannya sebagai balonwako-wawako pada Pilkada Palembang ini.
”Tinggal tergantung pada pertanyaan dari publik sendiri nantinya. Kami akan mengedepankan program ekonomi kemasyarakatan dan yang mampu kami lakukan bila terpilih nantinya,” tandas Ketua DPD Partai Golkar ini.
Mengenai kekhawatiran timbulnya pertanyaan yang mengupas kinerjanya selama ini sebagai Ketua DPRD Kota Palembang, Yansuri mengatakan tak ada masalah. (dedy sagita/SINDO)


















Tinggalkan Balasan