Tarif kenaikan PDAM yang sudah berlangsung satu tahun ini masih saja menimbulkan masalah hingga kini. Pasalnya keluhan pelanggan yang paling mendominasi adalah mahalnya tarif PDAM.
Menurut Kepala PDAM 3 Ilir, Bambang Sumantri, Jumat (14/3) mengungkapkan hampir 70 persen keluhan yang masuk hingga Februari kemarin mengenai mahalnya tarif dalam setiap bulannya. Jumlah keluhan pelanggan periode Januari hingga Februari sebanyak 2.649 orang. Keluhan kemahalan tarif PDAM mencapai 1.532 orang sedangkan sisanya adalah masalah penyambungan pipa ilegal, pengeluaran air tidak lancar.
Menangani masalah keluhan tarif mahal, pria paruh baya ini menjelaskan selama ini sebelum ada proses pengukuran meteran semua pemakaian air pelanggan dihitung sama (istilah taksirisasi) yakni 30 meter kubik, biaya pengeluaran mencapai Rp 70.250 rupiah.
“Setelah penggunaan meteran, pelanggan kaget dengan membludaknya harga,” imbuhBambang, seraya menegaskan perhitungan biaya seuai dengan pengeluaran ditambah kenaikan tarif. Dan kondisi seperti inilah yang mengakibatkan keluhan mendominasi.
Pihak PDAM menganggap kejadian seperti ini lumrah, bila pelanggan menyadari situasi seperti ini kebiasan hemat air adalah solusi utama.
Posisi keluhan kedua didominasi kekeruhan air yang keluar dari pipa PDAM hingga ke rumah warga. “Airnya hitam sekali, gimana bisa dipakai,” ujar Wali saat mengungkapkan keluhan pada petugas PDAM tiga Ilir Palembang.
Bambang menganggap kekeruhan air yang sampai ke Pelanggan dikarenakan adanya kebocoran pipa saluran, “Jadi air yang masuk bercampur dengan air tanah lainnya apalagi sekarang musim hujan seperti ini,” ucap bambang sambil memperlihatkan data pasti mengenai daftar keluhan pelanggan pada Sripo. (Dewi Handayani/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan