PDAM Tirta Lematang kewalahan memproduksi air bersih di WTP Lahat 3 kawasan Desa Karang Baru, Kecamatan Lahat, pasalnya air Sungai Lematang sebagai bahan baku menjadi keruh akibat aktivitas perusahaan galian golongan c yang berada di bagian hulu intake (tempat pengambilan air) milik BUMD itu.
Kekeruhan air yang berubah-ubah mengakibatkan produksi air yang disalurkan pada pelanggan di sebagian besar kawasan perumahan Bandarjaya dan Bandaragung tidak bisa jernih disebabkan instalasi yang dimiliki PDAM tak mampu memproduksi air baku yang keruh itu.
Direktur PDAM Tirta Lematang, Drs. Saprudin Panani, mengemukakan kesulitan mereka memproduksi air pada WTP Lahat 3 karena air yang keruh itu berisi material berupa pasir dan tanah, sehingga memerlukan bahan penjernih yang banyak yang berakibat biaya produksi juga bertambah.
Dikemukakan Saprudin, pihaknya telah bertemu dengan pimpinan perusahaan galian c itu namun belum ada jalan penyelesaian hingga saat ini. Padahal keadaan air baku yang keruh itu sudah berlangsung lebih dari setahun.
Dua petugas operator pengolahan air pada WTP itu, Zulkarnain dan Ansori juga mengakui mereka kewalahan memproduksi air bersih karena air baku keruh akibat aktivitas perusahaan galian c tersebut.”Keruhnya berubah-ubah, kadang pekat dan kadang tidak sehingga kami juga kesulitan menakar bahan penjernih,” tukas Zulkarnain.
Sementara wakil perusahaan galian c itu, Agus, yang ditemui terpisah, mengaku aktivitas pencucian pasir dan batu yang dilakukan pihaknya itu sudah berlangsung lama, namun belum ada keluhan masalah air yang keruh itu. Akan tetapi Agus berjanji pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PDAM Tirta Lematang. (ase)


















Tinggalkan Balasan