Kawasan wisata Bendungan Kendali (Benali) Rantau Kumpai di Desa Tungku Jaya, Kec Sosoh Buay Rayap, masih terbengkalai. Berbagai fasilitas bagi pengunjung di danau buatan ini sudah banyak rusak. Bahkan banyak bangunan yang ambruk. Demikian laporan harian SINDO.
Beberapa fasilitas penunjang wisata yang ada kondisinya rusak parah. Dari sembilan shelter yang tersedia, hanya dua di antaranya yang layak pakai. Tak hanya itu, sejumlah becak air (sejenis perahu) yang biasa digunakan pengunjung untuk berkeliling danau juga sudah rusak. Adapun bangunan yang masih terlihat kokoh dan layak digunakan antara lain musala dan gedung terbuka yang kerap digunakan untuk acara pertemuan.
“Pengunjung ramai ke sini pada Minggu. Mayoritas mereka berasal dari kalangan muda-mudi,” sebut Amirudin, juru parkir yang juga penjaga Benali Rantau Kumpai.
Dia menceritakan, sejak 2003 lalu, sejumlah fasilitas di kawasan ini sudah banyak yang rusak. Dan kini kerusakannya bertambah parah. Namun, rencana perbaikan dari pemerintah tidak kunjung ada.
”Kita harap objek wisata ini kembali dihidupkan sehingga jumlah pengunjung bisa bertambah,” katanya.
Kondisi ini dibenarkan Camat Sosoh Buay Rayap Dev Anand. Menurut camat yang baru menjabat satu minggu ini, kawasan ini merupakan aset dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten OKU. Untuk itu, dia berjanji akan mengangkat masalah ini dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan mendatang.
“Kita akan mengakomodasi aspirasi masyarakat setempat, termasuk perihal Benali ini,” katanya. Hasilnya itu akan disampaikan ke Pemkab OKU. Sebab, potensi ini bisa digalakkan, minimal menjadi kolam ikan.
Menurut dia, selama ini pengawasan terhadap kawasan wisata Benali Rantau Kumpai berada di bawah Kantor Pariwisata dan Seni Kabupaten OKU. Artinya, dalam musrenbang kecamatan nanti, pihaknya juga akan membahas persoalan bagaimana kalau pemerintah kecamatan juga memiliki andil dalam pengelolaan wisata, khususnya dalam penjagaan dan perawatan.
Kepala Kantor Pariwisata dan Seni Kabupaten OKU Yusnardi pun mengaku bahwa kerusakan di kawasan Benali Rantau Kumpai, utamanya dari segi fasilitas dan sarana penunjang lainnya cukup banyak. Namun, untuk melakukan perbaikan, pihaknya terganjal masalah dana.
Meski begitu, pada 2009 mendatang pihaknya berjanji akan mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana di tempat tersebut, termasuk masalah perawatan. Apalagi pada 2009 mendatang, Kantor Pariwisata dan Seni akan berubah status menjadi dinas. Akibatnya, alokasi pendanaan tidak hanya berpijak pada APBD Kabupaten OKU, tetapi juga bisa diharapkan dari APBN.
”Sebagai tahap awal adalah sertifikasi lahan yang dilanjutkan dengan perbaikan sarana penunjang,” sebutnya.
Untuk tahun ini, pihaknya hanya akan terfokus pada prioritas penggalian dan pelestarian kebudayaan OKU, sedangkan alokasi untuk objek wisata tidak ada.
“Anggaran Pariwisata dalam APBD 2008 hanya Rp400 juta. Sementara potensi penggarapan wisata cukup besar,” ujarnya. (jimmy octa harto/SINDO)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan