Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim (ME) menyatakan akan memberikan insentif kepada para guru yang mengajar di pelosok daerah. Sebanyak 1.500 guru di ME akan mendapatkan total dana senilai Rp1,5 miliar. Bupati Kab Muara Enim Kalamuddin Djinab mengatakan, semua guru yang mengajar di pelosok daerah ME akan mendapatkan insentif tersebut tahun ini. Jumlah insentif itu sedikit mengalami kenaikan dibandingkan 2007 lalu, yakni sebesar Rp1,3 miliar.
”Dana ini sudah kita anggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2008 dan kita saat ini tinggal menunggu realisasinya saja,” kata Kalamuddin kemarin. Bertambahnya jumlah anggaran dana insentif bagi guru terpencil ini, terang Kalamuddin, mengingat jasa dan keinginan para guru untuk tetap memberikan pelajaran bagi anak didiknya, meskipun jarak yang harus ditempuh relatif jauh dari pusat kota.
”Kita hanya ingin memberikan penghargaan kepada mereka. Selain itu, dengan adanya insentif ini merupakan sebuah rangsangan bagi guru yang memang berada di tempat yang mereka rasa tidak betah untuk mengajar di desa tersebut,” katanya.
Jumlah ini, terus Kalamuddin, masih tetap akan dibagi menjadi tiga kelompok jarak, yakni guru yang mengajar di tempat yang sangat terpencil, guru yang mengajar di tempat terpencil, dan guru yang mengajar di tempat yang kurang terpencil.
”Kita telah membaginya dengan jarak, sejauh apakah guru tersebut mengajar dari lokasi pemukiman yang memang masuk dalam kategori ramai penduduknya. Selain itu, nantinya kita juga akan lebih memprioritaskan jika ada guru yang memang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Jadi, jika memang nantinya ditemukan seorang guru yang menghadapi kendala seperti ini, insentifnya akan kita masukkan dalam kategori sangat terpencil,” kata Bupati.
Kalamuddin menjelaskan, rinciannya sebagai berikut, Rp250.000 untuk setiap guru yang sangat terpencil, Rp225.000 untuk terpencil, dan Rp200.000 untuk yang kurang terpencil. Sedangkan selama 2007 lalu, Pemkab juga menganggarkan insentif guru sebesar Rp1,3 miliar dengan rincian, Rp245.000 untuk yang sangat terpencil, Rp225.000 untuk yang terpencil, serta Rp200.000 yang kurang terpencil.
”Dana ini sendiri sudah kita laksanakan dan telah kita cairkan sejak 2007 lalu. Makanya pada 2008 ini kita tinggal menunggu pencairannya saja karena sudah disetujui DPRD Kab Muara Enim,”katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kab Muara Enim Agung Budi mengatakan, seluruh guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang mengajar di wilayah yang terpencil akan mendapatkan insentif di luar dari gaji pokok mereka setiap bulannya.
”Sejak tahun lalu kita sudah memikirkan kesejahteraan guru yang mengajar di tempat yang terpencil. Makanya, pada tahun ini kita juga tetap memberikan insentif pada mereka. Memang jumlah kenaikannya tidak terlalu besar,tapi ini hanya sebagian kecil saja tentang bentuk penghargaan kita terhadap guru tersebut,” kata Agung.
Selain pemberian insentif, Pemkab juga berusaha memenuhi sarana, prasarana, serta fasilitas pendidikan. Semua itu dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kab Muara Enim. ”Pada 2008 ini, semua kepala sekolah dasar (SD) yang di seluruh Kab Muara Enim akan diberikan bantuan kendaraan bermotor yang bisa dijadikan kegiatan operasional, termasuk juga bagi kepala sekolah yang memang kebetulan berada pada daerah yang terpencil tersebut,”ujar dia.
Pemkab Muara Enim,tambahAgung, terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan serta kemampuan profesionalitas guru demi terwujudnya peningkatan mutu pendidikan di Muara Enim.
”Saat ini jumlah guru yang ada di Muara Enim sudah berjumlah 6.187 orang. Ini terdiri dari seluruh guru, yakni dari lapisan SD, SMP, serta SMA. Sedangkan guru di lingkungan Departemen Agama berjumlah 634 orang. Jumlah tersebut masih sangat belum mencukupi kebutuhan pendidikan di Kab Muara Enim,” ungkap dia. (andhiko tungga alam/SINDO)


















Tinggalkan Balasan