infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Tengkulak Karet Merajalela di Lahat

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Tengkulak karet di seluruh wilayah Kab Lahat membuat petani karet resah. Sebab, semakin hari harga karet yang mereka jual selalu ditawar murah para tengkulak tersebut. Adapun daerah-daerah penghasil karet terbesar di Kab Lahat meliputi Kec Merapi, Kec Kikim, dan Kec Lahat.

Ketua DPD Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKINDO) Lahat Sahrudin mengatakan, para tengkulak di Lahat memang merajalela. ”Bayangkan saja harga karet bersih per kg mereka beli dari petani karet hanya Rp8.000, sedangkan karet kotor dibeli mereka Rp5.500 per kg,” katanya Jumat (11/1) kemarin.

Seharusnya, kata dia, harga karet bersih di pasaran harga karet nasional dapat dijual seharga Rp11.000-12.000 per kg, sementara harga karet kotor dihargai Rp7.000-8.000 per kg.

”Kalau kita lihat betapa banyaknya untung yang didapat para tengkulak itu. Biasanya para tengkulak ini langsung menjual hasil karet petani ke pabrik karet di Palembang dengan harganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli mereka dari petani karet,” ujarnya.

Secara mekanisme pasar, pihaknya tidak dapat mencegah para petani karet untuk menjual hasil karetnya kepada para tengkulak. Di sisi lain, para petani karet di Lahat yang sebagian bisa dikatakan murni petani, sehingga pola pikir mereka cendrung tidak mau ambil pusing yang penting dapat uang.

”Mereka itu (petani karet) yang rata-rata hanya memiliki kebun karet sekitar setengah hektare dan juga ada murni petani yang hanya menjaga kebun karet orang dan hanya menunggu bagi hasil yang diberikan oleh sang pemilik kebun. Kalau petani karet kecil biasanya tidak mau tahu mereka yang penting sadap karet terus walaupun hasilnya jelek atau bagus yang penting dapat diuangkan dan uangnya dapat digunakan untuk makan dan biaya sekolah anak mereka,” ungkapnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, para petani karet di Lahat akan selalu tertindas dan tidak akan pernah merasakan hasil jerih payah keringat mereka dalam merawat kebun karetnya hingga sampai bisa disadap.Yang untung bahkan para tengkulak karet yang setiap tahun sekali dipastikan akan selalu memperluas cabang usahanya, bahkan selalu menambah armada transportasi mereka.

Untuk itu, dia sangat berharap kepada Pemkab Lahat melalui Dinas Perkebunan Kab Lahat agar sesegera mungkin membuat wadah dalam bentuk koperasi karet yang mewadahi seluruh petani karet di Lahat.

”Kita harus belajar banyak dari Kota Prabumulih yang saat ini sudah memiliki salah satu koperasi yang berfungsi sebagai penghubung dengan pihak perusahaan karet yang ada di Sumsel. Jadi kalau ada petani karet yang ingin menjual hasil karet bersih maupun kotornya, mereka cukup mendatangi koperasi itu, kemudian koperasi tersebut melakukan kontak dengan perusahaan karet yang ingin membeli hasil karet petani dengan catatan harga karet yang diterima petani sesuai dengan harga yang dibeli perusahaan karet,” ujarnya.

Koperasi karet ini harus benar-benar dapat mewakili aspirasi dan harapan petani dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan bagi seluruh para petani karetdi Lahat. ”Kalau ada perusahaan karet yang beli melalui koperasi karet per kgnya Rp12.000, petani nantinya akan menerima uang sebesar itu juga,”tukasnya.

Tak hanya itu, para petani karet tak perlu mengantarkan hasil sadapan karetnya ke kantor koperasi, karena pihak perusahaan karet biasanya telah meyediakan sarana tranportasi untuk mengangkut karet-karet petani itu ke perusahaannya. Dia berkeyakinan apabila Kab Lahat juga memiliki koperasi karet, para petani di seluruh Kab Lahat akan sejahtera. ”Sektor perkebunan karet dan sawit di Lahat sampai saat masih menjadi salah satu sektor unggulan Pemkab Lahat,” ujarnya.

Sementara itu salah satu petani karet asal Desa SP 6 Kab Lahat, Erwin Rianto, 41, mengakui selama ini menjual hasil kebun karetnya kepada para tengkulak di desanya, dengan alasan butuh uang cepat untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keluarganya.

”Biasanya kami ngutang dulu di warung para tengkulak, misalnya ngambil beras, telur, rokok dan lain-lain, besoknya atau awal bulan baru kami bayar pakai hasil sadapan karet kami,” katanya.

Erwin sangat setuju jika pihak DPD Apkindo Lahat memperjuangkan didirikannya koperasi karet di Kab Lahat. ”Cepatlah didirikan biar kami enak jual karet dapat uang penjualannya besar, tidak seperti sekarangini, harganya belinya turun terus bahkan tak pernah naik,” katanya. (CR-08/SINDO)

•••

521 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

3 responses to “Tengkulak Karet Merajalela di Lahat”

  1. Avatar dota

    naikkan terus harga balam

  2. Avatar dota

    hmm

  3. Avatar martha
    martha

    tengkulak juga manusia yg mencari nafkah, jadi apasalahnya kalau mereka membeli karet dari petani, tinggal petaninya saja yang harus jeli menjual karetnya kepada tengkulak yang tidak terlalu banyak mengambil keuntungan biar sama2 diuntungkan.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca