Persoalan yang sering terjadi di pemondokan jamaah haji selama di Makkah adalah kelangkaan air. Karena berkali-kali mengalami kekurangan air dan menilai petugas tidak dapat menyelesaikannya, jamaah asal embarkasi Medan marah. Sebagai pelampiasan, dia memukuli seorang petugas keamanan PPIH.
Peristiwa tersebut terjadi Kamis, (27/12/2007) siang WAS di pemondokan Al-Ujaili Maktab nomor 113, Syib Amir, Makkah. Di distrik yang masuk wilayah tugas Sektor I PPIH Daker Makkah itu terdapat tidak kurang dari tiga ribu jamaah dari sejumlah kloter dari embarkasi Medan dan Surabaya.
Persoalan yang dipermasalahkan adalah tidak adanya persediaan air di pemondokan. Bahkan sejak Rabu kemarin, air sama sekali tidak mengalir. Akibatnya jamaah tidak bisa mandi maupun buang air. Apalagi kondisi beberapa WC juga mampet.
Upaya jamaah untuk menghubungi petugas juga dinilai tidak menghasilkan perbaikan pelayanan. Pemilik gedung juga tidak bisa dihubungi. Demikian juga haris atau penjaga gedung.
Jamaah menjadi marah. Aksi protes dilakukan oleh jamaah dari Kloter 12 embarkasi Medan. Ketua Sektor I Makkah dibantu petugas pengamanan yang terus membujuk, tidak mampu meredam kemarahan jamaah.
Bahkan Suryadi, seorang pengamanan PPIH, menjadi pelampiasan kemarahan jamaah. Dia dipukuli jamaah yang sedang naik pitam. Tak urung wajah Suryadi menjadi biru lebam karenanya.
Ketegangan antara jamaah dengan petugas baru mereda setelah ada kiriman air yang masuk ke dalam pemondokan. Beberapa petugas yang sebelumnya ditahan jamaah yang marah, akhirnya diperbolehkan meninggalkan pemondokan.
Menanggapi kejadian itu, Kepala PPIH Daker Makkah Wardhani Muchsin mengatakan masalah pengadaan air bagi jamaah di pemondokan sebenarnya adalah kewajiban pemilik perumahan untuk menyediakannya.
“Jika pemilik rumah tidak dapat menyelesaikan, maka penanggung jawab maktab yang akan mengatasi. Jika tidak juga dilakukan maka Daker yang menyelesaikan. Kami sudah mengirim satu tanki air Rabu kemarin dan dua tanki air hari ini. Mungkin itu memang masih kurang memadai,” ujar Wardhani.
Meskipun dia mengaku mendapat informasi pemilik pemondokan telah turun tangan untuk mengatasinya, namun PPIH Daker Makkah tetap akan membuat catatan khusus agar rumah itu tidak lagi dikontrak untuk penginapan jamaah tahun depan. PPIH juga akan meminta pertanggungjawaban muassasah perihal itu. (Muchus Budi R. – detikcom)


















Tinggalkan Balasan